20 Oktober 2020

Dinas Perindustrian NTB

| Industri Bergerak |

CARA MEMBUAT PEWARNA DARI BAHAN ALAM

Oleh Dra Hafsah

Fungsional Penyuluh Dinas Perindustrian Provinsi NTB

Setelah membahas tentang macam-macam pewarna alam, berikut cara membuat pewarna dar bahan alam ya Sobat Industri.

  1. Peralatan- Peralatan yang Dibutuhkan

Berikut peralatan-peralatan yang perlu dipersiapkan:

  • Mesin Molen: Untuk menghancurkan kayu –kayu yang akan diambil air untuk pewarnaan
  • Parang: Untuk mengupas , memotong mencincang kayu bila belum punya molen/mesin
  • Kompor :Untuk merebus kayu-kayu yang sudah dipotong-potong /dihancurkan
  • Gas : Untuk Bahan Bakar  memasak air rendaman kayu yang akan menjadi pewarnaan
  • Panci : Untuk merebus kayu yang akan menjadi pewarnaan
  • Baskom: untuk menampung /sebagai wadah air yang telah disaring untuk dijadikan pewarna
  • Ember, untuk menampung air
  • Saringan : untuk membersihkan atau memisahkan anara kulit dan air yang bersih  dari kotoran Gayung : untuk mengangkat dari panci ke baskom menuju saringan
  • Pisau :untuk memotong daun-daun dari tangkainya
  • Sarung Tangan : Untuk mengantisipasi jangan sampai terkontaminasi  dengan pewarna yang lain
  • Celemek /Pakaian kerja  : Untuk menjaga kebersihan tenaga kerja
  • Botol :  untuk tempat mengemas
  1. Bahan Pembantu

Selain bahan-bahan di atas, berikut bahan pembantu yang diperlukan:

  1. Tawas :untuk memprtahankan warna asli
  2. Kapur : untuk memperkuat warna tua
  3. Tunjung untuk membuat warna lebih tua/gelap
  1. Proses  pembuatan Zat Pewarna alami

                 Setelah bahan-bahan disiapkan, berikut proses pembuatannya:

  • Bahan-bahan yang berasal dari kayu-kayu dihancurkan dengan dicincang menjadi bagian kecil-kecil
  • Bahan dijemur diusahakan yang sudah kering supaya  ketika direbus  bisa mengeluarkan zat pewarna yang pekat,  dengan perbandingan 1 Kg : 10 Liter air.

Contoh:  2 Kg kayu akar Mengkudu memerlukan air sebanyak 20 liter

  • Rebus bahan-bahan sampai mendidih, sisakan hingga tersisa 15-14 ltr air
  • Turunkan dan matikan api,
  • Dinginkan lalu disaring
  • Kemas dengan botol/cerigen
  1. Fiksasi

Fiksasi yaitu proses mengunci dan memperkuat warna/hasil pewarnaan alam agar tidak mudah luntur. Fiksasi memiliki 3 jenis/unsur yaitu dengan:

  1. Tawas

Tawas digunakan untuk mempertahankan warna asli

Untuk  70 gr tawas dilarutkan dalam 1 ltr air (280 gr tawas untuk 4 ltr air ) direndam selama 10 mnt angkat kemudian diangin-anginkan.

  • Kapur

Kapur digunakan untuk menjadikan warna agar lebih tua dari aslinya .

Timbang 50 gr kapur tohor (gamping prongkal) larutkan kedalam  1 ltr air (utk membuat 4 ltr air memerlukan 200 gr kapur tohor.

  • Tunjung:

Tunjung digunakan untuk menjadikan warna lebih gelap/tua dari aslinya.

Timbang 70 gr tawas dilarutkan kedalam  1 ltr air (utk membuat 4 ltr air memerlukan 200 gr tunjung

  • Proses Pewarnaan

– Siapkan kain sebanyak 3 bagian berukuran 25 cm

– taruh air hasil pewarna tadi ke dalam 3 baskom dengan fiksasi yang berbeda-beda: 1) tunjung 2) kapur 3) tawas

– Celup kain ke dalam baskom dan rendam selama 15 menit

– diangkat lalu diangin-anginkan hingga kering

– Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih pekat, bisa mengulangi proses yang sama sampai mendapatkan hasil yang diinginkan

Lihat Gambar : Kain-kain yang sudah  memakai Pewarna alami.

WhatsApp Image 2020-03-10 at 13
WhatsApp Image 2020-03-10 at 13