17 Mei 2021

TRIK-TRIK MENDAPATKAN SPP – PIRT

Oleh : Dra. H a f s a h 

Penyuluh Perindag Madya

Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Bisnis makanan dan minuman menjadi salah satu bisnis yang banyak dijalankan oleh pengusaha di Indonesia. Mulai dari kelas Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sampai ke perusahaan industri besar ada yang memproduksi makanan dan minuman. Hal tersebut dikarenakan target pasar bisnis kuliner di Indonesia sangatlah besar. Berdasarkan dari penelitian berjudul Snack Habit Report yang dilakukan oleh Mondelez Indonesia, rata-rata 1 dari 3 orang Indonesia masuk dalam kategori heavy snacking. Artinya, 1 dari 3 orang Indonesia memiliki kegemaran mengkonsumsi cemilan, bahkan dapat menghabiskannya dengan jumlah yang banyak. Tidak heran, jika banyak pengusaha yang menjual makanan dan minuman. Sertifikat penyuluhan Keamanan Pangan (bagi pemohon baru). Penyerahan SPP-IRT: Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengirimkan rekomendasi SPP-IRT ke Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Bupati/Walikota Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyerahkan SPP-IRT kepada pemilik /penanggungjawab IRTP yang telah memenuhi persyaratan. Dengan adanya SPP-IRT pengusaha dapat memproduksi dan mengedarkan secara resmi. Pemberlakuan SPP-IRT hanya berlaku untuk pengedaran dan produksi di daerah Bupati/Walikota yang memberi izin. Jika ingin mengedarkan dan memproduksi secara luas lagi, maka harus mengurus izin edar di BPOM.

Apakah itu Sertifikat  Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)?

SPP-IRT adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota terhadap pangan produksi IRTP di wilayah kerjanya yang telah memenuhi persyaratan, dalam rangka peredaran pangan.

Jenis pangan produksi IRTP yang diizinkan untuk memperoleh SPP-IRT adalah :

  1. Pangan sebagaimana yang tercantum pada Lampiran II Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2018, yaitu :
    1. Hasil olahan daging kering
    2. Hasil olahan ikan kering
    3. Hasil olahan unggas kering
    4. Hasil olahan sayur kering
    5. Hasil olahan kelapa
    6. Tepung dan hasil olahan tepung
    7. Minyak dan lemak
    8. Selai, jeli dan sejenisnya
    9. Gula, kembang gula dan madu
    10. Kopi dan teh kering
    11. Bumbu
    12. Rempah-rempah
    13. Hasil olahan buah
    14. Hasil olahan biji-bijian, kacang-kacangan dan  umbi
    15. Minuman serbuk
  2. Pangan yang merupakan hasil proses produksi IRTP di wilayah Indonesia, bukan pangan impor.
  3. Pangan yang mengalami pengemasan kembali terhadap produk pangan yang telah memiliki SPP-IRT dalam ukuran besar(bulk).

Sedangkan beberapa jenis pangan yang TIDAK diizinkan didaftarkan SPP-IRT adalah :

  • Pangan yang diproses dengan sterilisasi komersial atau pasteurisasi
  • Pangan yang diproses dengan pembekuan (frozenfood) yang penyimpanannya memerlukan lemari pembeku
  • Pangan olahan asal hewan yang disimpan dingin/beku
  • Pangan diet khusus dan pangan keperluan medis khusus, antara lain MP-ASI, booster ASI, formula bayi, formula lanjutan, pangan untuk penderita diabetes.

SPP-IRT dapat diterbitkan jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Pemilik atau penanggungjawab produksi telah memiliki Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang dilaksanakan/diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota selama 2 (dua) hari dengan materi antara lain tentang Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) yang sekarang Istilahnya Cara Produksi  Pangan Olahan yang Baik (CPPOB )
  2. Kemudian Tempat dan sarana produksi memenuhi persyaratan tekhnis Cara Pengolahan Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) karena telah diberi materi Penyuluhan sebelumnya
  3. Label memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan

Prosedur :

  1. Prosedur Untuk Memperoleh Sertifikat Penyuluhan  Keamanan, dengan alur sebagai berikut:

Cara Pengajuan Permohonan Sertifikat PKP
Mengisi Form yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram (salah satu contoh)

  Adapun persyaratan administrasinya sebagai berikut :

  1. Fotocopy KTP pemohon yang masih berlaku 1 lembar
  2. Pas photo pemohon ukuran 4×6 cm sebanyak 4 lbr (warna, menghadap depan, latar belakang merah)
  3. Data produk pangan per jenis makanan/minuman (form IRT-2, terlampir)

Berkas khusus (tambahan) : surat keterangan domisili usaha dari kelurahan (bagi warga KTP luar Kota Mataram)

(Silakan download form permohonan Sertifikat PKP: klik di sini)

  • Prosedur Untuk Memperoleh Sertikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT)

Cara Pengajuan Permohonan SPP-IRT
Mengisi Form yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kab/Kota.

Adapun persyaratan administrasinya sebagai berikut :

  1. Fotocopy KTP pemohon
  2. Fotocopy sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) bagi pemilik/penanggungjawab usaha
  3. Data produk pangan per jenis pangan (form IRT-2)
  4. Rancangan label 2 lembar
  5. Denah/peta ke lokasi produksi 1 lembar
  6. Fotocopy hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan/minuman (per jenis pangan).

Berkas tambahan (jika perlu) :

  1. Surat penunjukan penanggungjawab produksi (apabila pemilik usaha tidak melakukan sendiri kegiatan produksinya).
  2. Fotocopy SPP-IRT makanan yang akan dikemas, apabila pemohon hanya melakukan pengemasan.
  3. Surat keterangan domisili usaha, jika pemohon tidak ber-KTP Kota Mataram

3. Prosedur Tambah Produk /Perpanjangan/Perubahan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah  Tangga (SPP-PIRT)

Apabila selama menjalankan produksinya ada tambahan produk atau ada perubahan / pergantian nama/alamat/penanggungjawab dll, atau SPP-IRT akan habis masa berlakunya, maka wajib mengajukan pendaftaran ulang ke Dinas Kesehatan setempat, dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan, dan melengkapi persyaratan administrasinya sebagai berikut :

  1. Fotokopi KTP pemohon yang masih berlaku, 1 lembar
  2. Fotocopy Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan atas nama pemohon,  1 lembar
  3. Fotocopy Sertifikat P-IRT yang masih berlaku, 1 lembar
  4. Data produk pangan per jenis pangan (form IRT-2)
  5. Rancangan label/kemasan, 2 lembar per jenis produk
  6. Fotocopy hasil hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan/minuman (per jenis pangan).
  7. Berita acara hasil pemeriksaan sarana produksi oleh petugas Puskesmas setempat, bagin Snitasi dengan hasil penilaian minimal level II.

Form Prosedur Tambah Produk /Perpanjangan/Perubahan Sertikat Produksi Pangan Industri Rumah  Tangga klik di sini

Daftar Sertikat Produksi Pangan Industri Rumah  Tangga (SPP-IRT) Kabupaten /Kota masing  klik di sini

Pertanyaan dan Informasi lebih lanjut silakan menghubungi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat yang menjadi lokasi usaha. Bagi IKM dan UKM yang ingin mendapatkan  Sertifikat  Jaminan Halal (SJH), Kemasan sesuai standar, SNI Wajib dan Sukrela dan lain lain hrus memenuhi Persyaratan ini sehingga IKM dan UKM bis Naik Kelas

Contoh –contoh  Formulir dan Sertifikat