Lombok Timur – Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Dessy Hassanudin, bersama Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, ME, melakukan ke tempat pelatihan kerajinan tangan tenun dan industri kriya yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian NTB di Lombok Timur.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 perajin lokal yang berfokus pada pengembangan keterampilan di bidang tenun tradisional dan kriya di Desa Lenek Lauq Lombok Timur. Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk mendorong potensi kerajinan lokal sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Dessy Hassanudin mengapresiasi semangat para peserta yang terus menjaga warisan budaya tenun Lombok sekaligus berinovasi dalam menciptakan produk-produk kriya yang memiliki nilai tambah.
“Kerajinan tangan, terutama tenun, adalah warisan budaya yang sangat bernilai. Kami berharap melalui pelatihan ini, para perajin dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun mancanegara,” ujar Dessy (26/9)
Sementara itu, Hj. Nuryanti, ME, menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk memperkuat aspek kewirausahaan para perajin.
“Kami ingin mendorong para perajin agar memiliki daya saing, tidak hanya dalam hal kualitas produk, tetapi juga dalam pemasaran dan manajemen usaha,” jelas Nuryanti (26/9).
Selain memberikan arahan kepada peserta pelatihan, kunjungan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara pemangku kebijakan dan para perajin. Beberapa peserta menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dari Dinas Perindustrian NTB, yang tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga akses terhadap permodalan dan peluang pemasaran.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program NTB Gemilang yang digagas untuk mengembangkan potensi industri kreatif lokal, terutama di bidang kerajinan. Produk-produk kriya seperti tenun, anyaman, dan kerajinan tangan lainnya diharapkan dapat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di Lombok Timur.
