Lombok Tengah (27/11/2025) – Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Pelintingan Rokok bagi calon pekerja Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah resmi berakhir pada Kamis, 27 November 2025.Bimtek yang diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 24 hingga 27 November 2025, ini diikuti secara antusias oleh 40 orang peserta dan dipusatkan di Sentra Industri Hasil Tembakau Barabali, Lombok Tengah.
Dampak dan Manfaat Terukur

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari dasar-dasar mutu tembakau, teknik pelintingan yang presisi, hingga proses penyempurnaan produk. Manfaat Bimtek ini terlihat jelas dari peningkatan keterampilan yang signifikan dari hari ke hari. Peningkatan kemampuan teknis ini didokumentasikan dalam video testimoni, menunjukkan kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja.

Sesi Puncak dan Penutupan

Pada hari terakhir, para instruktur memberikan pelatihan lanjutan mengenai proses produksi, di mana peserta diajak mendalami proses penyempurnaan produk, mulai dari quality control hingga materi ke-10 yang mencakup finalisasi produk dan diskusi mendalam (diskusi akhir).Acara penutupan dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat, H.Lalu Luthfi, S.T., M.Si.
Dalam sambutannya, Lalu Luthfi menekankan bahwa Bimtek ini berfungsi sebagai modal dan bekal pertama yang fundamental bagi seluruh peserta. Beliau berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi landasan kuat sebelum mereka mengikuti proses magang sebagai pekerja untuk proses produksi hasil tembakau menjadi produk rokok lokal.

Mewujudkan Kesejahteraan Ekonomi

Bimtek ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga merupakan pintu gerbang awal dan sebuah investasi nyata dari Pemerintah Provinsi NTB. Program ini secara langsung bertujuan untuk mengantarkan para peserta meningkatkan taraf kehidupan, menciptakan lapangan kerja produktif, dan mewujudkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui kontribusi mereka di sektor industri hasil tembakau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *