Mataram – Talkshow “Industry Creative and Business Gen-Z” yang digelar dalam rangkaian Gernas Bangga Buatan Indonesia (BBI) Ite Begave Fest 2024 berhasil menjadi magnet perhatian generasi muda. Dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Gen-Z Melalui Ekosistem Bisnis Lokal dan Ekonomi Digital”, acara ini menghadirkan tiga pembicara kompeten yang mengupas tuntas peluang dan tantangan dunia bisnis di era digital.
Hj. Nuryanti, ME, Kepala Dinas Perindustrian NTB, membuka sesi dengan pembahasan bertajuk “Ekosistem Bisnis Lokal di NTB: Peluang dan Tantangan bagi Gen-Z”. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memanfaatkan potensi industri kecil dan menengah (IKM) di NTB.
“Gen-Z adalah generasi kreatif dan inovatif yang memiliki peran besar dalam memperkuat ekosistem bisnis lokal. Mereka harus melihat tantangan sebagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang bernilai,” ujarnya (6/12).
Sesi dilanjutkan dengan materi dari Siti Nurhaida, Staf Pengawas Sistem Pembayaran Bank Indonesia NTB, yang membahas “Digitalisasi Ekonomi dan Sistem Pembayaran Digital serta Sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah”. Ia mengajak peserta untuk memahami pentingnya digitalisasi dalam memperkuat bisnis sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional.
“Memanfaatkan sistem pembayaran digital bukan hanya tentang kemudahan, tetapi juga langkah konkret mendukung produk lokal dan mencintai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Sebagai penutup, I Nyoman Rai Wiarsa, Wholesale Transaction Banking Manager BNI, membawakan topik “Go Global with Digital Innovation: Sinergi Perbankan dan Gen-Z untuk Mendorong Ekspor di Era Digital”. Ia menjelaskan strategi membuka pasar global bagi produk lokal melalui inovasi digital dan dukungan perbankan.
“Dengan mengoptimalkan teknologi digital, produk-produk NTB memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional,” jelasnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan peserta yang aktif bertanya, termasuk Alfi, seorang Taruna IPDN yang menanyakan tantangan terbesar dalam menjual produk lokal di pasar global.
“Bagaimana Gen-Z bisa mengatasi stigma bahwa produk lokal memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan produk luar?” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, I Nyoman Rai Wiarsa menjelaskan bahwa peningkatan kualitas, branding yang kuat, dan konsistensi adalah kunci mengubah persepsi tersebut. “Kita harus percaya bahwa produk lokal memiliki keunggulan yang tidak dimiliki produk lain, terutama dari sisi nilai budaya dan keberlanjutan,” jawabnya.
Dengan sinergi antara bisnis lokal, teknologi digital, dan dukungan perbankan, acara ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih kompetitif dalam mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dan mendorong produk lokal NTB ke pasar global.
