Semangat para pelaku Industri Kecil dan Menengah binaan Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Bank Indonesia NTB mewarnai gelaran Indonesia Ekonomi Syariah Forum & Expo (IESFEX) 2025 yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2025 di Islamic Center Mataram.

Melalui partisipasi aktif ini, NTB menegaskan komitmennya dalam mewujudkan ekonomi industri agromaritim yang inklusif dan berdaya saing menuju NTB Makmur Mendunia.

Stand Dinas Perindustrian dan Bank Indonesia NTB di IESFEX 2025 menampilkan 19 IKM unggulan dari berbagai subsektor, mulai dari makanan dan minuman olahan, kosmetik halal, hingga produk turunan tenun dan fesyen muslim. Seluruh IKM yang tampil merupakan bagian dari 30 IKM terpilih hasil kurasi kegiatan Ite Begawi Fest 2024, dari total lebih dari 1.000 pelaku industri kreatif dan syariah di NTB.

Selain pelaku IKM, stan juga diisi oleh lembaga mitra yang turut berperan dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah daerah, seperti Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, Pondok Pesantren Nurul Haromain Narmada, serta Lembaga ZISWaF Produktif MIM Foundation yang dikenal dengan program zakat produktif untuk pengembangan peternakan ayam petelur Omega 9 salah satu inovasi pemberdayaan ekonomi umat binaan Bank Indonesia NTB.

Pameran IESFEX 2025 juga mendapat perhatian khusus dari Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia M. Iqbal, yang turut mengunjungi stan-stan IKM dan memberikan dukungan langsung kepada para pelaku usaha lokal. Keduanya mengapresiasi kreativitas dan inovasi produk-produk NTB yang mencerminkan potensi besar industri halal dan agromaritim daerah.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, S.E., M.E., menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi para pelaku IKM binaan dalam IESFEX 2025. “Kehadiran IKM kita di ajang nasional ini menunjukkan bahwa produk industri NTB semakin berkualitas, berkarakter, dan siap bersaing di pasar nasional maupun global. Inilah semangat NTB Makmur Mendunia yang ingin kita dorong bersama,” ujarnya.

Nuryanti menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan lembaga pendidikan seperti pesantren menjadi kunci dalam membangun ekosistem industri halal yang berkelanjutan. “Sinergi lintas sektor ini memperkuat akar ekonomi syariah yang berbasis pada pemberdayaan, keberlanjutan, dan nilai-nilai keadilan,” jelasnya.

Gelaran IESFEX 2025 di NTB tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga wadah bagi pelaku IKM dan lembaga mitra untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta memperkuat posisi NTB sebagai pusat industri agromaritim dan ekonomi syariah di Indonesia Timur. Semangat dan dedikasi pelaku IKM NTB menjadi bukti nyata bahwa industri lokal mampu tumbuh dan berkontribusi bagi kemakmuran daerah serta kebangkitan ekonomi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *