Rabu, 19 November 2025 — Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti SE., ME., hadir sebagai narasumber dalam Podcast Inside Lombok dan memaparkan perkembangan industri NTB, peran penting IKM, hingga arah hilirisasi melalui Roadmap Industri Agromaritim.

Kepala Dinas menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir sektor industri NTB tumbuh signifikan. Peningkatan terjadi melalui penguatan kapasitas SDM IKM, fasilitasi sertifikasi halal, SNI dan legalitas usaha, pengembangan sentra produksi, bantuan peralatan, serta perluasan pemasaran hingga peluang ekspor.

Nuryanti menegaskan bahwa sejumlah kuliner khas NTB kini masuk daftar komoditas yang paling siap dihilirisasi. Tiga produk unggulan yaitu Ayam Taliwang, Sate Rembige, dan Ayam Rarang memenuhi syarat karena memiliki bahan baku yang stabil, pelaku IKM yang matang, teknologi pengolahan yang sudah tersedia, serta potensi pasar yang terus berkembang.

Nuryanti menambahkan, “Kita ingin kuliner NTB naik kelas. Tidak hanya terkenal sebagai cita rasa khas daerah, tetapi juga diproduksi secara modern, higienis, dan berstandar tinggi sehingga mampu bersaing di pasar nasional bahkan ekspor.”

Dinas Perindustrian terus memperkuat rantai nilai industri melalui peningkatan kualitas bahan baku, fasilitasi mesin dan peralatan, peningkatan keterampilan SDM, sertifikasi mutu, pembinaan sentra IKM, dukungan akses pembiayaan, serta pemasaran baik secara digital maupun offline.Upaya ini menjadi fondasi untuk membangun industri NTB yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kadisperin juga memaparkan pengembangan Roadmap Industri Agromaritim NTB yang berorientasi pada industri modern dan berkelanjutan. Roadmap tersebut menekankan penguatan bahan baku, pemanfaatan teknologi pengolahan modern, hilirisasi produk bernilai tambah tinggi, serta perluasan pasar nasional dan peluang ekspor.

Jika roadmap berjalan optimal, NTB diproyeksikan menjadi pusat industri agromaritim Indonesia Timur dengan sentra modern, produk berstandar ekspor, kuliner khas yang terstandardisasi, dan ekonomi daerah yang semakin kuat.

Di akhir dialog, Nuryanti mengajak para pelaku usaha dan masyarakat untuk terus meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan potensi daerah.
“Industri NTB harus menjadi industri bernilai tambah, terintegrasi, dan berdaya saing. Kita punya potensi besar, dan dengan inovasi serta kolaborasi kita bisa menjadikan NTB sebagai pusat industri yang maju dan berkelanjutan,” tegasnya.

IKM menjadi salah satu penopang ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, mengolah komoditas unggulan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap PDRB. “Kami berharap IKM kita semakin berani berinovasi, menjaga kualitas, dan terus memperluas pasar. Dengan kekuatan lokal yang kita miliki, NTB dapat melesat lebih cepat dalam pengembangan industri.” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *