Amman Mineral Industri (AMIN) merupakan anak perusahaan PT AMMAN yg berdiri pada tanggal 24 Maret 2009, yang melakukan pembangunan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga (smelter) dan pemurnian lumpur anoda (precious metals refinery – PMR), yang berlokasi di dekat area tambang Batu Hijau, atau pd kawasan industri Sumbawa Barat kec.Maluk.
Proyek smelter dan PMR termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah koordinasi Kemenko Bidang Perekonomian RI. Keberadaan fasilitas ini akan dapat turut menggerakan industri hilir sehingga dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.
Kedatangan TIM Dinas Perindustrian Provinsi NTB yang dipimpin oleh Kepala Dinas disambut baik oleh tim dari Amman Mineral Industri (AMIN) dan mulai melakukan kegiatan verifikasi dan pemantauan utk keperluan aktivasi IUI, diawali Meeting bersama antara TIM Dinas Perindustrian dan TIM PT Amman Mineral Industri yg dipimpin oleh pak Aditya mandala selaku Vice president coorporaite affairs PT.AMIN, yg berkantor pusat di jakarta, hadir langsung mendampingi tim Dinas perindustrian NTB.
Dalam meeting tersebut Kepala Dinas Perindustrian mengungkapkan salah satu target industri hadir adalah untuk mengurangi dan pengentasan kemiskinan, selain itu juga Nusa Tenggara Barat daerah yang cendrung stabil dan fluktuatif dalam hal peningkatan kualitas industri pertambangan dari tahun ketahun.
“Olahan industri makanan dan minuman juga perlu diperhatikan oleh industri besar agar bagaimana perusahaan bisa menyerap hasil industri kecil sebagai makanan tenaga kerjannya, tentu dengan standar perusahaan seperti apa, kita akan dorong pelaku industri kecil baik kuliner dan lainnya untuk bisa masuk bekerjasama menyiapkan kebutuhan pasokan makanan, minuman dan kebutuhan perusahaan lainnya” Tutur Nuryanti (31/01).
Setelah melakukan meeting, selanjutnya rombongan melakukan smelter project tour untuk memastikan kesiapan pembangunan fasilitas, termasuk pengadaan, pemasangan peralatan, dan persiapan lain yang diperlukan untuk kegiatan perusahaan kedepannya.
Saat ini kemajuan pembangunan per 30 Januari 2024 terbilang cukup baik, dilihat dari total progres proyek secara kumulatif untuk Smelter 76,15% dan PMR 72,71% berdasarkan hasil verifikasi periode Oktober – Desember 2023 yang dilakukan oleh PT Sucofindo.
Selain itu pemasangan struktur baja dalam tahap lanjutan di gedung smelter, rumah tangki, tungku anoda, penyimpanan & pencampuran konsentrat , penyimpanan katoda, gudang barang berat, gudang utama, bengkel, area gedung admin sudah selesai dilakukan
Kemajuan manufaktur juga mencapai 90% dan Kemajuan Pengiriman mencapai 70 % pada saat ini. Proses permohonan Masterlist di kementrian infestasi/BKPM untuk addendum tembaga telah diajukan pada 14 November 2023. Sedangkan jumlah tenaga kerja PT Amman saat ini adalah 6.000 orang.
Di akhir acara perwakilan dari Amman menyampaikan tantangan kedepannya, bagaimana penerapan, standar Safety/HSE bagi seluruh pekerja termasuk sertifikasi pekerja untuk pekerjaan khusus. Antisipasi, kedatangan tambahan TKA juga menjadi perhatian, dan cuaca musim panas & banyak debu sehingga penyiraman lokasi terus ditingkatkan tutupnya.
