Lombok Timur, 13 Oktober 2025 – Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., didampingi tim Disperin NTB, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) pada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Arrizka Salon yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia industri kreatif, khususnya di bidang tata rias dan kecantikan, yang menyasar generasi muda usia produktif.

LKP Arrizka Salon telah berdiri sejak tahun 2021 dan didirikan oleh Fatir Azani bersama istri. Hingga tahun 2025, lembaga ini telah melaksanakan enam kali program pelatihan dengan menghasilkan sekitar 170 lulusan tenaga siap kerja. LKP Arrizka Salon berkomitmen untuk terus mencetak tenaga kerja terampil yang siap pakai dan mampu membuka lapangan kerja secara mandiri.
Peserta yang awalnya berjumlah 50 orang, kini tersisa 20 peserta terbaik yang lulus seleksi. Di akhir pelatihan, peserta juga akan mengikuti sertifikasi dan uji kompetensi agar benar-benar siap menghadapi dunia kerja.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini yang dinilai tepat sasaran.
“Luar biasa, program ini masih terus berjalan dan kami bangga karena fokus pada peningkatan keterampilan generasi muda. Setiap pelatihan memang harus diakhiri dengan uji kompetensi agar peserta benar-benar siap bekerja,” ungkapnya.

Nuryanti juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pelatihan dengan sektor industri lokal, khususnya dalam mendukung geliat ekonomi kreatif NTB.
“Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Kita akan coba link and match antara pelatihan kecantikan dengan produk kosmetik lokal NTB. Beberapa produk seperti hand body dan kosmetik dari IKM lokal kita sudah bersertifikat BPOM dan siap dikembangkan melalui business matching,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Disperin NTB akan terus mendukung sinergi antara sektor industri, fesyen, tenun, dan kosmetik lokal agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Gimana caranya geliat ekonomi bisa terus berjalan, Salah satunya lewat kolaborasi seperti ini. Dari tenun, fesyen, hingga kosmetik, semua bisa saling menguatkan untuk membangun ekonomi lokal NTB,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, serta Staf Ahli Bupati Lombok Timur.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak tenaga kerja muda NTB yang memiliki keterampilan, inovasi, dan daya saing tinggi dalam menghadapi dunia industri serta mampu membuka peluang usaha mandiri di daerahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *