Lombok Timur – Dinas Perindustrian NTB menggelar Pelatihan Kerajinan Tangan Tenun dan Industri Kriya di Kabupaten Lombok Timur, yang berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 23 hingga 26 September 2024. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai dusun di Desa Lenek Lauq di Lombok Timur, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kapasitas pelaku industri kerajinan lokal, 23/9/24.
Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Ibu Retno Bintorowati, S.Pd., disebutkan bahwa pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian Lombok Timur dan Lombok Tengah, serta dari Kementerian Perindustrian RI. Peserta diberikan kesempatan untuk mempelajari teknik-teknik terbaru dalam kerajinan tenun serta pengembangan industri kriya, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Pelatihan ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Perindustrian NTB yang diwakili oleh Bapak Arifin, SH., MH., selaku Plt Kabid Pengembangan Sumber Daya Industri (PSDI). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk lokal melalui inovasi dan penguasaan teknologi modern.
Salah satu narasumber utama, Bapak H. Muhammad Azlan, SE., M.Ak., selaku kadis Perindustrian Lotim,menyampaikan materi tentang “Kebijakan dan Prioritas Pengembangan Industri” di wilayah NTB. Beliau menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak untuk mendorong pertumbuhan industri kriya dan tenun sebagai sektor unggulan yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para pelaku industri lokal, terutama di sektor kriya dan tenun, untuk lebih berkembang dan berkontribusi dalam mendukung program industrialisasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTB.
