Senin, 8 Desember 2025 – Hotel Lombok Astoria Mataram
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kompetensi (Musrenbangkom) dan Rapat Koordinasi Kepegawaian pada Senin (8/12) di Hotel Lombok Astoria Mataram.
Kegiatan bertema “ASN Profesional untuk Makmur Mendunia” ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi birokrasi serta penguatan kualitas SDM aparatur di seluruh wilayah NTB.
Acara dibuka oleh Gubernur NTB, Iqbal, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya percepatan pembangunan manajemen talenta ASN di daerah. “ASN harus terus meningkatkan profesionalisme untuk mendukung percepatan pembangunan dan mewujudkan NTB yang makmur dan mendunia,” tegas Gubernur.
Penandatanganan Komitmen Bersama Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama akselerasi pembangunan manajemen talenta instansi oleh Gubernur NTB, Kepala BKN RI, serta para Bupati dan Wakil Bupati se-NTB. Komitmen ini menjadi dasar sinergi lintas daerah untuk memperkuat sistem pembinaan dan mobilitas talenta ASN.
Penandatanganan tersebut juga dirangkaikan dengan Launching Program Akselerasi Manajemen Talenta, yang bertujuan mempercepat implementasi pemetaan kompetensi, pengelolaan karier, hingga penguatan SDM ASN dalam jabatan strategis.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan hibah barang antara Kepala BKN RI dan Gubernur NTB sebagai dukungan fasilitasi kepegawaian dari pemerintah pusat untuk daerah.
Sambutan Kepala BKN RI
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, SH., MH., menyampaikan arahan terkait peran strategis ASN dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa ASN memiliki peran penting dalam mewujudkan Asta Cita Provinsi NTB yang ditargetkan tercapai dalam lima tahun.
“Reformasi dan transformasi birokrasi harus bergerak dari lambat menuju cepat. Manajemen talenta menjadi instrumen utama untuk mewujudkan impian kepala daerah. Karena itu, ASN harus terus dilatih, dipilih berdasarkan kecocokan kompetensi, dan diberikan ruang mobilitas talenta,” ujarnya.
Prof. Zudan juga menegaskan bahwa ASN memegang peran besar dalam membangun citra diri, institusi, dan negara. Penguatan manajemen talenta, menurutnya, dapat berkontribusi langsung pada penurunan angka kemiskinan dan mendorong target anak tidak sekolah menjadi nol di NTB. Ia turut menjelaskan National Talent Mobility Framework, yang mengintegrasikan visi-misi Presiden, strategi pembangunan nasional, serta pemetaan kebutuhan talenta di setiap instansi. Kerangka ini menjadi pedoman pengembangan SDM aparatur dari pusat hingga daerah.
Dengan terselenggaranya Musrenbangkom dan Rakor Kepegawaian 2025 ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk membangun ASN yang profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
