Lombok Utara – Sebuah langkah revolusioner telah diambil Disperin NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dengan meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berfokus pada pengolahan kelapa terpadu. Inisiatif ini didukung oleh AILabs, ZIS, ZIS Indosat, dan NICe, bertujuan memberikan peluang baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir khususnya Lombok Utara, Jumat 19/01/2024.
“Dengan memanfaatkan potensi alam yang melimpah, program ini memusatkan perhatian pada pengolahan kelapa secara holistik. Warga lokal akan dilibatkan dalam produksi minyak kelapa, serat, dan arang, menciptakan rantai nilai yang berkelanjutan dan memberdayakan komunitas secara menyeluruh” Ujar Nuryanti Selaku Founder NICe dan Kadisperin (19/10).
Komponen utama dari program pemberdayaan ini melibatkan diantaranya pertama, Pelatihan dan Edukasi. Hal ini masyarakat pesisir akan menerima pelatihan keterampilan dalam pengolahan kelapa terpadu, memungkinkan mereka menjadi ahli dalam berbagai tahapan produksi.
Kemudian kedua, Infrastruktur Pendukung. Hal ini dimaksudkan dukungan pusat pengolahan kelapa, fasilitas penyimpanan, dan aksesibilitas transportasi akan ditingkatkan untuk mempercepat proses produksi dan distribusi.
Selanjutnya Pasar dan Pemasaran. Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memastikan pemasaran dan distribusi produk ke pasar lokal dan regional, memperluas jangkauan dan potensi keuntungan bagi masyarakat pesisir.
Terakhir ialah Kemitraan dan Dukungan Keuangan. Kolaborasi dengan sektor swasta, lembaga keuangan, dan pihak terkait akan ditingkatkan untuk memberikan dukungan keuangan dan kemitraan yang dapat meningkatkan daya saing produk-produk hasil pengolahan kelapa.
“Program pemberdayaan ini bukan hanya tentang pengolahan kelapa, tetapi juga memberikan kehidupan baru bagi masyarakat pesisir. Kami berkomitmen untuk menciptakan dampak positif jangka panjang dan memastikan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di Pemenang Lombok Utara” Lanjut Nuryanti (19/01).
Program pemberdayaan ekonomi melalui pengolahan kelapa terpadu ini menandai langkah besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Seiring berjalannya waktu, diharapkan program ini akan menjadi model untuk inisiatif serupa di seluruh wilayah pesisir yang di Nusa Tenggara Barat.
