Senin, 13 Januari 2025 – Dalam upaya mendukung percepatan penyerapan gabah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepala Dinas Perindustrian NTB, yang diwakili oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri, Dr. Hj. Aryanti Dwiyani, M.Pd, beserta tim turut serta dalam pertemuan strategis yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah NTB. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan data pendukung dari Perum BULOG Kanwil NTB, yang bertujuan untuk memastikan program penyerapan gabah berjalan dengan optimal.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Bapak H. Wirajaya Kusuma, MH, Wakil Kepala BULOG Kanwil NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, perwakilan Dinas Pertanian NTB, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.

Dalam pertemuan ini, Perum BULOG Kanwil NTB menargetkan dapat menyerap hingga 350 ribu ton beras dari petani lokal pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, sejumlah data penting yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan program ini meliputi:

  1. Daftar penggilingan yang menerima bantuan dryer beserta kapasitas Rice Milling Unit (RMU) yang dimiliki.
  2. Seluruh data industri penggilingan di NTB beserta kapasitas RMU-nya.
  3. Data seluruh gudang milik penggilingan dan non-penggilingan beserta kapasitasnya.
  4. Luas areal tanam dan panen untuk tahun 2025.
  5. Data kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayah NTB.

Kepala Biro menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB siap mendukung Perum BULOG Kanwil NTB dalam mengakselerasi penyerapan gabah. “Kami mendukung penuh dan berkomitmen untuk menyediakan data yang dibutuhkan dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan lancar demi kesuksesan program ini,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara pemerintah daerah dan BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan di NTB, khususnya melalui optimalisasi potensi lokal yang dimiliki oleh sektor pertanian dan industri penggilingan.

Dengan dukungan yang terintegrasi, Pemerintah Provinsi NTB optimis bahwa target penyerapan 350 ribu ton beras pada tahun 2025 dapat tercapai secara efektif, sehingga memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku industri penggilingan, serta masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *