Dinas Perindustrian NTB bersama stakeholder terkait; Diskominfotik, DiskopUMKM, Disdag, BI NTB, Dekranasda, ITDC, dan MGPA melaksanakan rapat Pembahasan Konsep Pelaksanaan
Gernas BBI/BBWI dan PDN 2024 bertempat di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, pada 01 Agustus 2024.
Rapat ini mendukung kegiatan Gerakan
Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) / Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Produk Dalam Negeri (PDN) 2024, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ditunjuk sebagai Campaign Manager Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gemas BBI) Tahun 2024. Sebagai rangkaian kegiatan menuju puncak acara Gernas BBI, Provinsi Nusa Tenggara Barat ditetapkan sebagai Co Campaign Manager Gelaran Bangga Buatan Indonesia Tahun 2024 dengan Nama Event “Ite Begawe Fest” dan Tagline “Kilau Sejuta
Karya”.
Rapat pembahasan konsep pelaksanaan Gernas BB/BBWI dan PDN tersebut dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTB Drs H. Fathul Gani, M.Si, diwakili oleh Sekdis Perindustrian NTB H. Lalu Lutfi., ST, M.Si.
Pembahasan konsep pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi rencana acara peluncuran, pelatihan dan pendampingan UMKM/pelaku wisata, fasilitasi sertifikasi dan perizinan, temu bisnis, seminar, pameran secara luring, sesi belanja oleh para pimpinan K/L, pejabat pemerintah pusat/daerah hingga apresiasi;
Program BBI/PDN di daerah tetap dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan minimal tiga bulan guna peningkatan kualitas PDN mengacu pada konsep
“Kilau Sejuta Karya”. Oleh karena itu, sebagian besar sumber daya dan waktu agar dikerahkan untuk peningkatan kualitas produk lokal. Bentuk dukungan dapat mengacu pada cluster dan komponen “Kilau Sejuta
Karya” mencakup :
- pengembangan produk/proses.
- digitalisasi (promosi, pemasaran, pembayaran, pembiayaan & distribusi).
- legalitas/standarisasi.
- transaksi penjualan.
- partisipasi pelaku usaha; atau menyesuaikan
kebutuhan pelaku usaha.
Untuk mendukung BBI, BBWI dan PDN Dinas Perindustrian bersama Stakehodler terkait bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas Industri Kecil Menengah dan meningkatkan Potensi pendapatan pariwisata NTB, serta meningkatkan transaksi produk daerah.
