Acara penutupan dimulai dengan sambutan Bapak Khairuddin, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa IKM Tenun Cendana merupakan salah satu IKM yang memiliki keunggulan karena menggunakan bahan baku benang bersertifikat halal. Keunggulan ini semakin diperkuat dengan adanya pendampingan dari LPH (Lembaga Pemeriksa Halal) dalam proses produksi, sehingga kualitas dan standar produk lebih terjamin.
Beliau juga mengingatkan kembali bahwa pada tahun 2024, Dekranasda Provinsi NTB telah memfasilitasi pelatihan sekaligus memberikan 10 unit alat tenun berukuran 90 cm kepada kelompok penenun. Tahun 2025 ini, dukungan kembali datang dari PT PLN Indonesia Power yang memfasilitasi pelatihan serta memberikan tambahan 7 unit alat tenun ukuran 90 cm. Bantuan ini semakin memperkuat kapasitas produksi penenun di Desa Darek.
Selain itu, benang yang digunakan dalam proses tenun adalah ukuran 80/2 yang menghasilkan kain lebih tipis, ringan, dan nyaman dipakai. Benang tersebut juga diwarnai menggunakan pewarna alami, sehingga selain ramah lingkungan juga memiliki keunikan dan nilai seni tersendiri. Menariknya, kain-kain yang dihasilkan oleh para penenun IKM Putri Cendana kini telah diminati dan dibeli oleh para desainer, karena tenun 90 cm memiliki kelebihan berupa kain tanpa sambungan sehingga lebih mudah dipotong dan diaplikasikan dalam desain busana modern.
“Dengan adanya pelatihan dan dukungan alat dari berbagai pihak, termasuk Dekranasda Provinsi NTB dan PLN Indonesia Power, kami optimis ke depan tenun dari Desa Darek akan semakin berkembang. Kami ingin tidak hanya menjaga tradisi ini tetap lestari, tetapi juga menjadikannya sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Selanjutnya, Kepala Desa Darek memberikan sambutan sekaligus menegaskan dukungan pemerintah desa terhadap pengembangan sektor kerajinan tenun yang menjadi salah satu potensi unggulan wilayah tersebut. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PT PLN Indonesia Power yang terus memberikan dukungan, baik berupa waktu, tenaga, maupun pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kepala Desa berharap agar semangat para ibu-ibu penenun tidak pernah surut dalam mengembangkan kemampuan, sehingga hasil tenun yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Januar selaku perwakilan PT PLN Indonesia Power turut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyukseskan pelatihan ini. “Kami di PT PLN Indonesia Power sangat senang bisa terus memberikan dukungan, baik berupa waktu, tenaga, maupun pendampingan selama kegiatan ini berlangsung. Kami berharap, pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Ini adalah langkah penting agar tenun tradisional kita tidak hanya lestari, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal, tapi juga hingga tingkat nasional dan internasional.”
Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Industri, Bapak Efendi Hidayat. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendorong kemandirian IKM dan peningkatan daya saing produk tenun lokal. Dengan berakhirnya kegiatan ini bukan berarti seluruh upaya pengembangan berhenti, melainkan menjadi awal dari langkah yang lebih maju untuk terus meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kreativitas dalam menenun.Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar Desa Darek ke depan dapat memiliki galeri khusus sebagai ruang display tenun. Keberadaan galeri tersebut akan sangat penting, tidak hanya untuk memamerkan hasil karya para penenun, tetapi juga sebagai daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung, sehingga tenun Desa Darek semakin dikenal luas dan memiliki nilai tambah dari sisi ekonomi maupun pariwisata.
Harapannya, produk-produk tenun dari Desa Darek tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional bahkan internasional, sehingga tenun khas Lombok dapat dikenal luas sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan semangat tersebut, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh, serta terus berinovasi dalam menghasilkan produk tenun yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
