Selasa, 3 September 2024 Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj. Nuryanti SE., ME dan Tim menghadiri kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan Universitas Islam Negeri Mataram dengan tema “Pengenalan Dunia Kerja dan Etika Profesi” di ruang Training Centre UIN Mataram.
Dalam dunia kerja profesional, etika profesi adalah hal penting yang harus dimiliki, tak peduli bidang apa yang digeluti. Pasalnya, etika profesi memberikan pedoman moral dan profesional bagi setiap individu.
Namun, masing-masing generasi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, yang apabila dirangkul dengan bijak, maka dapat melahirkan keunggulan yang saling melengkapi antar masing-masing generasi, sehingga kesenjangan usia dan generasi ke depannya tidak lagi menjadi hambatan, melainkan menjadi kekuatan yang saling bersinergi mewujudkan visi dan misi institusi.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong program industrialiasi dengan strategi hilirisasi hingga membentuk ekosistem industri setempat. Dengan demikian industrialisasi akan meningkatkan nilai tambah dan memicu geliat perekonomian.
Saat memberikan materi Kepala Dinas Perindustrian Pemerintah Provinsi NTB, Nuryanti, mengatakan “program industrialisasi sudah mulai menunjukan bukti dan terlihat wujud jati dirinya”
Kemudian Kadisperin NTB mengenalkan enam sektor industri prioritas yang ada di NTB
Pertama, Industri Pangan, Nuryanti menyebut sejumlah capaian industri pangan tersebut dimulai dari kegiatan standardisasi dan sertifikasi olahan pangan lokal (halal, merek, BPOM PIRT, dan Uji Laboratorium produk lainnya)
Kedua, Industri Hulu Agro, juga mulai menampakkan capaiannya. Misalnya Industrialisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti minyak atsiri, minyak cengkeh, minyak kayu putih dan lain-lain. Capaian yang kalah pentingnya dalam industri Agro ini, adalah Pembangunan pabrik pakan terbesar di NTB (Feedmill) berlokasi di STIPark Banyumulek.
Ketiga, adalah Industri Permesinan Alat Transportasi. Pada sektor inipun telah mencatatkan sejumlah hadil karya putra putri NTB. Diantaranya pengembangan kendaraan listrik Le-Bui, Matric – B, dan ngebUTS. Berkembangnya aneka mesin – mesin teknologi sederhana dari IKM untuk IKM.
Keempat adalah Industri Hasil Pertambangan. Fokus dalam sektor ini, menurut kadis kelahiran Mbojo ini, yajni menyiapkan segala sumber daya untuk program industri turunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kelima, Industri Kosmetik, Farmasi Herbal dan Kimia. Hasil yang dicapai pada industri ini antara lain; pengembangan industri kosmetik dan farmasi herbal (organik Lombok dan teh kelor). Pendampingan pembuatan APD (Alat Pelindung Diri) buatan IKM, standarisasi produk dan bantuan peralatan bagi IKM kosmetik, farmasi herbal dan alat kesehatan (APD).
Keenam ekonomi kreatif. Kegiatan industri ini sudah mulai menggeliat dan melibatkan kaum melinial sebagai motor penggeraknya. Di dalamnya terdapat Muslimm Fashion Industry dan NTB sudah menjadi kiblat muslim fhasion di indonesia, serta pelatihan pewarna alam untuk kain tenun. Bimtek tenun menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin), festival desiner tenun Lombok Sumbawa, fashion show tenun di tingkat nasional.
Keenam sektor tersebut akan terus didorong untuk membentuk pondasi ekosistem industri dari hulu ke hilirnya.
