Di era Revolusi Industri 4.0 sekarang, setiap kita dituntut untuk mampu mengembangkan ide-ide kreatif dan mampu menggunakan teknologi. Menjawab tantangan-tantangan perubahan tuntutan zaman, dibutuhkan solusi dan upaya bersama untuk menciptakan generasi unggul, kreatif, mandiri, untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Selain melalui pendidikan formal, pelatihan, bimbingan teknis, workshop dan pendidikan lainnya untuk meningkatkan pengembangan daya pikir, juga diperlukannya pendidikan karakter sehingga menciptakan generasi unggul yang dapat memajukan bangsa.
Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti SE., ME mengadakan FGD bersama KOIN 4.0 (Komunitas Industrialisasi 4.0) Praktisi Business Strategy Development Arta Sasmita, dan Akademisi Universitas Mataram serta Milenial untuk mengagas Laboratorium inovasi betujuan membangun komunitas digital milenial (08/10/2022)
Kepala Dinas Perindustrian juga mengajak para ahli mutakhir di bidangnya, seperti Praktisi, akademisi, beberapa perusahaan, serta bidang Pembangunan Sumberdaya Industri akan mendampingi milenial untuk membangun sebuah startup inkubator menggunakan metode startup yang gesit, dengan tujuan untuk merancang ide-ide yang dapat melengkapi kebutuhan Industri secara keseluruhan.
Dalam sambutannya Nuryanti menyampaikan pendampingan ini diharapkan menjadi wadah milenial untuk memberikan ide-ide kreatif sebagai penggerak ekonomi daerah kedepan.
“dengan adanya diskusi ini harapan saya milenial dapat memberikan masukan, ide atau tahapan seperti apa kedepannya, kami menyiapkan ruang untuk milenial bersama kita membuat gerakan komunitas industri 4.0 NTB” tuturnya
“Saya ingin fokuskan diakhir 2022 ini Memetakan beberapa pondasi untuk perencanaan khususnya Keterlibatan milenial menjadi salah satu faktor terpenting dalam pembentukan ini” lanjutnya
“Ini merupakan sebuah tantangan untuk dapat berhasil menerapkan inovasi teknologi, melalui kolaborasi sinergi dari seluruh ekosistem yang membangun kemampuan penguasaan hingga kepada hilirisasi produk delapan bidang fokus teknologi. Tentunya dengan terus melaksanakan transformasi digital dan kemampuan untuk memanfaatkan media 4.0 dalam menyuarakan hasil-hasil inovasi di berbagai fokus bidang” tuturnya kembali
FGD ini Dilanjutkan dengan Penyampaian
Praktisi Business Strategy Development Arta Sasmita terkit “Breaktrought NTB Gemilang 4.0 Industri” bahwa Core ide atau sistem yang akan di bangun adalah pengembangan akan punya sumber penghasilan sendiri, induk dari inkubatornya mampu menghasilkan resource sendiri.
“kami siapkan finansial resources jadi pengembangannya akan punya recourses sendiri bukan anggaran APBD atau Hibah setiap tahun yang dianggarkan melainkan sistem ini sendiri yang akan menghasilkan uang” tutur Arta
Dalam FGD ini Kepala Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Industri Lalu Luthfi ST., M. Si menambahkan “Strategi integrasi ini untuk mempercepat lingkungan industri membangun lingkungannya dan pengembangan secara berkelanjutan. Ini merupakan salah satu langkah Menjembatani produk lokal yang butuh kita publish dan yang akan kita branding yaitu bela beli produk lokal” tuturnya
di Pemaparan terakhir Dosen Fakuktas Teknik Informatika Universiatas Agus Arimbawa menyampaikan bahwa Universitas Mataram mendukung langkah Komunitas Industrialisasi 4.0, dan Tahun depan akan membangun Innovation Center bekerja sama dengan korea selatan, khususnya Seoul National University agar milenial NTB juga dapat bertukar ide bersama.
