Mataram – Jumat Salam ialah proses mendengarkan, memahami, dan mengambil masukan atau harapan dari masyarakat atau individu untuk kemudian diintegrasikan dalam pengambilan keputusan atau perencanaan hingga evaluasi. Jumat Salam kali ini dilaksanakan di Desa Sukarara Lombok Tengah. Jumaat, 22/12/2023.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, SE., ME. yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Dra. Sri Irianti, Kepala Bidang Kerjasama Arifin, SH., MH Kepala Balai Kemasan Produk Daerah Drs. Agus Supriyanto, Apt. Kepala Bidang PSDI Lalu Luthfi, ST., M.Si hingga pejabat fungsional dan seluruh staf Dinas Perindustrian NTB.

Dalam kunjungan tersebut, team Disperin mengunjungi Desa Sukarara berdioalog dengan seluruh perangkat desa, para IKM, Kelompok Usaha hingga Masyarakat pada umumnya.

Nuryanti dalam sambutannya menyampaikan begitu bangga bahwa Desa Sukarara salah satu desa penghasil tenun yang cukup luar biasa dari beberapa desa penghasil tenun lainnya.

“Saya pikir Sukarara ini bisa jadi role model bagi Desa Tenun lainnya mengingat motif yang dibuat cukup menarik perhatian bagi mata yang melihat, tentu ini sebuah kebanggaan bersama” Ujar Nuryanti (22/12)

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Sukarara H. Saman Budi, S.Ag. dalam sambutannya menyampaikan beberapa pokok permasalahan yang ada di Desanya.

“Persoalan di desa Sukarara saat ini antara lain, persoalan sampah, stunting, pariwisata (ruas jalan yang sempit mohon untuk pemeliharaan), arah penunjuk jalan ke Sukarara, Pertanian (Agar dibantu untuk bibit unggul dan beradaptasi dengan teknologi Pertanian, Pupuk yang terbatas), Irigasi (kosong tidak ada air hanya menunggu hujan), Bumdes (pelatihan pengurus), dan yang terakhir persoalan Industri (pelatihan inovasi tenun)” Ungkap Kades Budi (22/12).

Dari pokok permasalahan yang sudah disampaikan team Disperin NTB secara bergiliran menanggapi mulai dari Sekdis hingga bergiliran ke Kabid-Kabid dan Kepala BKPD NTB. Kesimpulan dari respon team Disperin ialah akak segera melalukan koordinasi dengan dinas/badan terkait untuk melakukan koordinasi penyelesaian permasalahan tersebut.

Khusus permasalahan tentang Industry, team Disperin NTB akan segera menjadwalkan bimbingan khusus hingga pelatihan bagi para IKM Tenun untuk mendapatkan pembekalan tentang inovasi karya tenun.

Dialog ditutup dengan foto bersama, kemudian dilanjutkan kunjungan ke IKM Tenun Panji Sari Desa Sukarara. Dalam kunjungannya team Disperin NTB melakukan dialog bersama pemilik/owner Panji Sari.

“IKM Panji Sari ini sudah berdiri kurang lebih 5/6 tahun lamanya, kami harap Disperin tak henti-hentinya melakukan binaan terhadap IKM kami hingga membantu memberi jalan hingga ruang untuk kami berkembang besar” Tutur Gatrot Pemilik IKM Panji Sari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *