Kadisperin NTB meninjau desa mamben baru yang memiliki potensi pengolahan pandan yang tinggi namun masih keterbatasan dengan pengetahuan dan kemampuan dalam pengembangan pengolahan pandan hanya mampu di olah menjadi anyaman tikar pandan saat ini oleh masyarakatnya. Dasar inilah yang membuat kadisperin dan team kerajinan mengintervensi untuk membangun ekosistem turunan kerajinan pandan.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB didampingi oleh pejabat fungsional atau team pembangunan sumber daya industri Dinas Perindustrian Provinsi NTB (Lalu Efendi Hidayat, ST.,M.Si, Nuraida Fitriani ,ST, Retno Bintorowati, S.Pd, Rina Mariani, S.Pt) sebagai team yang memberikan pengarahan dan pengetahuan dalam mengolah atau memproduksi daun pandan yang tidak berhenti di produksi anyaman tikar saja.
Dinas Perindustrian Provinsi NTB berusaha untuk memberikan masukan dan arahan kepada masyarakat agar menjadi desa industri penghasil produk turunan pandan yang tidak hanya berhenti dianyaman tikar saja melainkan mampu menghasilkan produk lainnya seperti tas, topi ataupun bungkus kotak rokok yang dapat dipadukan dengan kain tenun khas NTB.
Jika kita ingin membangun ekosistem pandan maka hal pertama yang kita bangun adalah kefokusan masyarakat , maksudnya ada yang fokus menanam, fokus dalam memanen, fokus dalam menganyam dan fokus ada yang memproduksi hasil akhirnya seperti tas dan lainnya sehingga akan mudah membentuk ekosistem kerajinan pandan dan mulailah promosi dengan cara setiap rumah mulai menggunakan produk sendiri dimana itu adalah salah satu cara untuk memperkenalkan produk kepada konsumen atau kepada orang lain, Ungkap kadisperin.
Kerajinan pandan masih belum ada sentuhan warna sehingga perlunya pelatihan pengadaan pewarnaan alam daun pandan agar lebih hidup suatu produknya dan saat ini sudah ada bantuan mesin pengerat daun pandan dari Disperin NTB kerjasama dengan Bank Indonesia harapannya alat tersebut dapat membantu untuk meningkatkan kualitas produk serta motivasi masyarakat untuk lebih fokus membangun ekosistem pandan.
Trend sekarang jika menggunakan barang tanpa plastik itu lebih keren, life style sehat, lebih alami sehingga perlu kemampuan masyarakat untuk membuat beberapa turunan dari pandan yang memiliki kerapian memadai standar potensi ekspor dengan cara melibatkan anak-anak muda sekitar yang masih fresh graduated karena mereka lebih mengerti life style zaman sekarang sehingga nantinya banyak dilirik oleh masyarakat luar. Ketekunan dan kesabaran masyarakat dalam memproduksi suatu produk serta keinginan untuk maju adalah kunci untuk menuju keberhasilan terciptanya ekosistem pandan dengan berbagai turunan produk dari olahan pandan ( Kadisperin NTB)
Harapannya Disperin kepada masyarakat setempat yakni mampu membangun ekosistem pandan, mampu mengikuti keinginan pasar yang memiliki kerapian memadai serta kreativitas perajin pandan terus meningkat, mampu mengasah kemampuan untuk terus mencoba memproduksi tas atau produk turunan lainnya dan tahan banting dalam menerima masukan dan kritikan konsumen pun menjadi peluang untuk terus memperbaiki produk agar dapat menjadi produk yang siap di pasarkan dan dipromosikan. Jika konsumen dan pasar sudah jelas maka perekonomian masyarakat pun semakin jelas. Tutup Kadisperin NTB
