Lombok Tengah — Kamis, 13 November 2025.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Pengelolaan Tembakau Pascapanen kembali berlanjut di Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Barabali, Kabupaten Lombok Tengah. Memasuki hari kedua, peserta difokuskan pada pendalaman materi dan praktik terkait teknik pengemasan Tembakau Lombok, sebuah proses penting yang bertujuan menjaga mutu sekaligus melestarikan tradisi pengelolaan tembakau khas daerah.
Pada sesi pemaparan materi, Instruktur menekankan kembali bahwa Tembakau Lombok merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah dikenal memiliki kualitas tinggi dan diminati pasar internasional. Peserta juga diperkenalkan pada klasifikasi mutu tembakau berdasarkan posisi daun pada tanaman, yang menentukan nilai jualnya.
Klasifikasi Daun Tembakau Lombok
- Great Bagus (Daun Atas)
Kualitas terbaik dengan aroma kuat, tekstur lembut, dan warna cerah. Memiliki nilai jual tertinggi. - Bagus (Daun Tengah Atas)
Sedikit di bawah Great Bagus dengan karakter aroma dan tekstur serupa namun lebih ringan. - Sedang (Daun Tengah)
Mutu menengah dengan aroma cukup kuat dan tekstur sedikit lebih kasar. - Krosok (Daun Bawah)
Kualitas rendah, bertekstur kasar, dan aroma lebih lemah. - Srintil (Daun Bawah Terendah)
Mutu terendah dengan tekstur sangat kasar dan warna paling pucat.
Selain memahami klasifikasi mutu, peserta juga mempraktikkan proses pengemasan tembakau yang dilakukan secara teliti mulai dari penyortiran, pengelompokan berdasarkan mutu dan ukuran, hingga pembungkusan dalam bentuk bundel atau bal. Teknik pengemasan yang benar menjadi kunci utama dalam menjaga aroma dan tekstur tembakau, sekaligus meningkatkan nilai jual dan kepuasan konsumen.
Kegiatan Bimtek pada hari kedua berlangsung kondusif, interaktif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta, mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas tembakau Lombok dari hulu hingga hilir.
