Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Perindustrian menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB 2025-2029 untuk Sektor Industri.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur perangkat daerah, serta stakeholder terkait yang memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor industri di NTB.
Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Lalu Efendi Hidayat, MM, disebutkan bahwa forum ini bertujuan untuk menghimpun berbagai masukan dan aspirasi guna menyusun arah kebijakan industri NTB ke depan.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, ME, menegaskan bahwa penyusunan RPJMD sektor industri harus selaras dengan visi pembangunan daerah serta mendukung penguatan ekosistem industri yang berbasis sumber daya lokal.
“NTB memiliki potensi industri unggulan yang harus terus kita dorong, seperti industri pengolahan hasil pertanian, perikanan, hingga industri kreatif. Oleh karena itu, RPJMD 2025-2029 harus menjadi arah kebijakan yang konkret dan berdampak bagi pertumbuhan industri di NTB,” jelasnyaa
Forum ini juga diisi dengan diskusi mendalam terkait tantangan dan peluang sektor industri NTB, termasuk strategi dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional dan global. Sejumlah rekomendasi strategis pun dirumuskan untuk memastikan industri NTB dapat berkembang secara berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.
