Mataram, NTB – Kepala Bidang Kerjasama Dinas Perindustrian NTB, Arifin SH, MH, didampingi oleh sejumlah Pejabat Fungsional lainnya, menerima kunjungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB pada Selasa (tanggal). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi program hilirisasi industri pangan di NTB yang telah berjalan.

Dalam pertemuan tersebut, BPKP NTB mempertanyakan produk-produk hilirisasi yang dihasilkan oleh Dinas Perindustrian. Menanggapi pertanyaan tersebut, Arifin menjelaskan bahwa NTB memiliki banyak produk unggulan, salah satunya adalah kelapa. Ia juga menambahkan bahwa meskipun jagung merupakan komoditas yang melimpah di NTB, belum ada intervensi signifikan untuk hilirisasi produk ini. Selain itu, komoditas bawang juga belum tersentralisasi dengan baik.

Arifin memaparkan bahwa NTB memiliki fokus hilirisasi pada beberapa produk utama, termasuk kelapa dan rumput laut. Di Kabupaten Lombok Utara (KLU), hilirisasi kelapa telah menghasilkan berbagai produk seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak goreng, dan tepung kelapa. Program hilirisasi ini mengacu pada Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) 2021-2041, dengan fokus pada enam subsektor prioritas.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi kecil terkait verifikasi produk yang dihasilkan. BPKP NTB menanyakan apakah produk kuliner yang tersedia di gallery industri sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM serta sertifikasi halal. dan Banyak topik lain juga dibahas dalam diskusi ini, termasuk strategi peningkatan kualitas produk dan pengembangan industri pangan di NTB.

Dinas Perindustrian NTB berkomitmen untuk mempersiapkan segala bahan yang dibutuhkan untuk evaluasi oleh BPKP NTB. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat dan meningkatkan efektivitas program hilirisasi industri pangan di NTB, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *