Lombok Barat – Dinas Perindustrian NTB melakukan monitoring ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat untuk memastikan efektivitas program yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh para pelaku industri tembakau, di wilayah Lombok Barat.

Saat ini, tercatat ada 10 IKM yang masih berfokus pada produksi tembakau iris (TIS) dengan jumlah karyawan rata-rata sekitar 10 orang per IKM. Salah satu temuan utama dalam monitoring ini adalah tantangan yang dihadapi oleh pelaku IKM untuk beralih ke produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT), terutama karena tingginya biaya cukai yang harus ditanggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *