Mataram – Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima audiensi dari para finalis Muslimah NTB yang tengah berkompetisi dalam ajang pencarian bakat muslimah inspiratif. Pertemuan yang berlangsung pada Senin 13 Januari 2024 ini membahas peran strategis muslimah dalam pengembangan industri halal dan fashion muslim, yang sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah dalam mendorong sektor ekonomi kreatif berbasis syariah.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, menyambut baik kunjungan para finalis tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas upaya generasi muda, khususnya muslimah, dalam mendukung dan mempromosikan industri halal di NTB. “Kami ingin mendengar tawaran kerja sama seperti apa yang dapat diwujudkan antara Dinas Perindustrian dan komunitas muslimah ini untuk bersama-sama memajukan industri halal, khususnya di NTB,” ujar Kadis.

Para finalis Muslimah NTB menyampaikan harapan mereka agar mendapat dukungan dari dinas, baik dalam bentuk kolaborasi program maupun fasilitasi pengembangan potensi diri. Salah satu poin utama yang diusulkan adalah dukungan terhadap promosi industri fashion muslim dan industri halal yang telah menjadi prioritas program Dinas Perindustrian NTB.

“Melalui peran kami sebagai finalis, kami berharap dapat berkontribusi dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan industri halal NTB ke panggung yang lebih luas. Hal ini penting untuk mendukung visi menjadikan NTB sebagai salah satu pusat industri halal nasional,” ungkap salah satu finalis.

Audiensi ini juga menjadi momentum untuk mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan komunitas muslimah. Beberapa ide yang disampaikan mencakup penyelenggaraan kegiatan promosi bersama, pengembangan produk halal berbasis lokal, hingga inovasi kreatif yang melibatkan teknologi digital.

“Kami terbuka untuk mengembangkan diskusi lebih lanjut mengenai kegiatan, ide, masukan, hingga produk dan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan industri halal di NTB,” lanjut Kadis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *