Mengangkat semangat “Siapa kita? Iqbal Dinda!”, Bimtek ini menjadi panggung refleksi bagi para pengelola media dan humas pemerintah daerah untuk memperkuat identitas komunikasi, memperbaiki pola penulisan rilis, serta menyusun strategi media yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Dalam paparannya, Dr. Adhar menyampaikan bahwa dunia kehumasan pemerintah kini sedang memasuki era baruyang sangat dinamis, kompleks, dan sarat distraksi informasi. Hal ini ditandai oleh hadirnya teknologi big data, dominasi media online, meningkatnya arus hoaks, serta realitas post-trust, di mana kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah sering kali diuji oleh persepsi dan algoritma media sosial.
“Sekarang kita tidak hanya bicara tentang menyampaikan informasi, tapi juga mengelola kepercayaan. Di era post-trust, kerja humas tidak cukup hanya benar, tapi juga harus dipercaya, menyentuh, dan terbuka,” tegas Dr. Adhar (9/7).
Materi bimtek juga membekali peserta dengan teknik menulis rilis yang efisien dan komunikatif, mulai dari menggali pesan dasar, menggunakan metode piramida terbalik (5W+1H), hingga menyisipkan konteks latar belakang yang relevan. Penekanan diberikan pada pentingnya menyusun rilis dengan narasi yang informatif, namun tetap humanis dan strategis.
Harapannya kerja-kerja media dan humas pemerintah dapat lebih terintegrasi, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan publik dengan tetap menjunjung prinsip keterbukaan dan keberpihakan pada kemajuan NTB menuju kemakmuran
