Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nuryanti, S.E., M.E., yang diwakili Kepala Bidang Sarana Prasarana Pemberdayaan Industri, Dr. Aryanti Dwiyani, M.Pd., menghadiri pembukaan Indonesia Economic Summit (IES) 2025 di Ballroom Islamic Center NTB. Kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum penting bagi Nusa Tenggara Barat dalam memperkenalkan potensi ekonomi syariah dan memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan industri halal di Indonesia Timur.
Dinas Perindustrian Provinsi NTB turut mengambil peran strategis dengan menghadirkan IKM-IKM unggulan daerah yang menampilkan produk halal, ramah lingkungan, dan berbasis nilai-nilai syariah. Keikutsertaan IKM ini menjadi wujud nyata dukungan Disperin NTB terhadap penguatan ekonomi umat melalui pengembangan industri kecil dan menengah yang berkualitas dan berdaya saing.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Duta Besar Suriah untuk Indonesia, perwakilan KADIN RI, Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz, S.Hi., M.H., Forum Rektor UIN se-Indonesia, serta para Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB.
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. “IES 2025 bukan sekadar ajang seremonial, tetapi langkah konkret menuju kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.
Ketua Istiqlal Fund juga menambahkan bahwa NTB memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan ekonomi syariah berbasis industri lokal. “Kami melihat NTB sangat siap — baik dari segi sumber daya manusia, produk, maupun komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian NTB melalui Kabid Sarpras dan Pemberdayaan Industri menegaskan bahwa keterlibatan IKM dalam IES 2025 merupakan bukti nyata kesiapan pelaku industri NTB untuk bersaing di tingkat nasional maupun global. “Kami terus mendorong agar IKM tidak hanya produktif, tetapi juga mampu menjaga kualitas, mengedepankan nilai-nilai halal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hijau,” ujarnya.
Indonesia Economic Summit 2025 di NTB diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi syariah nasional, dengan NTB sebagai salah satu pionir penggeraknya melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga keuangan syariah. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen NTB dalam membangun industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
