Mataram, Selasa, 14 Mei 2024 – Dinas Perindustrian Provinsi NTB kembali menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIIMTEK) Wirausaha Baru (WUB) Produk Kerajinan Eceng Gondok bagi IKM Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Balai Rakyat Banjar Kedaton, Praya, Lombok Tengah ini akan diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 14 hingga 16 Mei 2024 mendatang.

Bimtek ini dipandu oleh Ibu Cornelia Lina Meiliasari, seorang pelaku usaha di bidang kerajinan yang memiliki sertifikasi kendali mutu Kerajinan Eceng Gondok. Peserta bimtek, yang berjumlah 20 orang, berasal dari lingkungan sekitar Bendungan Batujai melalui Forum Komunitas Waduk (FKW) Banjar Kedaton. Tanaman eceng gondok yang melimpah di sekitar Bendungan Batujai seringkali hanya menjadi limbah, dan kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomis.

Tujuan utama dari kegiatan bimtek ini adalah sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan program Jumat Salam yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi NTB. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memanfaatkan potensi eceng gondok di Bendungan Batujai, mendukung pembangunan usaha ekonomi kreatif lokal, dan mendorong kreativitas produksi berbasis bahan baku eceng gondok. Keberhasilan program ini diharapkan dapat berdampak positif pada peningkatan sumber daya manusia dan pembukaan lapangan kerja baru, serta mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor industri kecil menengah di NTB.

Acara pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, Camat Praya Kabupaten Lombok Tengah, Lurah Tiwugalih Lombok Tengah, dan Ketua FKW Banjar Kedaton. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perindustrian NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri DR. Aryanti Dwiyani, M.Pd, menyampaikan harapannya atas kesuksesan kegiatan ini dan manfaat yang akan dihasilkan bagi para peserta serta perkembangan industri kreatif di wilayah NTB.

“Kami berharap kegiatan BIIMTEK ini dapat menjadi langkah konkret dalam menggerakkan potensi ekonomi kreatif lokal, khususnya di bidang kerajinan eceng gondok. Dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis, kita tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru tetapi juga menjaga lingkungan. Serta diharapkan nantinya dengan terpilihnya NTB sebagai tuan rumah dalam program Gernas BBI yang akan datang, produk yang dihasilkan dari eceng gondok juga dapat dipamerkan pada pameran tersbut. Semoga keberhasilan program ini dapat mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang dapat berkontribusi dalam mengembangkan sektor industri kecil menengah di NTB.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *