Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB baru-baru ini menyerahkan alat tenun gedogan dari Kementerian kepada masyarakat Desa Semoyang dalam acara yang penuh harapan dan antusiasme. Kepala Desa Semoyang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan signifikan yang diberikan oleh Dinas Perindustrian Provinsi NTB, yang telah memperkuat langkah para pengrajin tenun di desa tersebut.
Desa Semoyang telah membentuk kelompok penenun bernama “Penenun Pemban Aji,” yang tidak hanya akan memproduksi tenun tetapi juga berencana untuk mengembangkan busana. Diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan dari Disperin, pengrajin tenun di Semoyang dapat tumbuh dan berkembang lebih pesat.
Kepala Dinas Perindustrian mengingatkan pentingnya pemanfaatan alat yang telah diserahkan. “Jangan sampai pengrajin tiba-tiba mangkrak karena pekerjaan lain. Kita sudah memberikan dukungan, namun jika alat ini tidak digunakan dengan baik, akan dibuat berita acara untuk pengalihan tanggung jawab,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan menyelesaikan administrasi dengan baik.
Selanjutnya, Kadisperin menambahkan bahwa pelatihan telah diberikan mengenai cara memilih benang. Sekarang, harapannya adalah ibu-ibu penenun dapat mencari dan memastikan pelanggan yang loyal. Disperin berkomitmen menyediakan bahan baku benang berkualitas untuk membangun ekosistem industri tenun yang kuat, yang tidak hanya bekerja sama dengan desa tetangga tetapi juga hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
Meskipun penghasilan utama warga Semoyang berasal dari pertanian tembakau yang bersifat musiman, tenun kini menjadi harapan baru untuk industri kecil dan menengah di desa tersebut. Kadisperin menekankan bahwa evaluasi dan monitoring akan dilakukan setiap bulan. Jika ada pekerja yang dapat meningkatkan produktivitas, tanggung jawabnya akan dialihkan kepada yang membutuhkan.
Kepala Desa menambahkan bahwa beberapa kelompok sudah memulai produksi kain dan menjahit, sehingga diharapkan industri tenun di Semoyang dapat berkembang lebih pesat dan masif.
