Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /var/www/vhosts/disperin.ntbprov.go.id/httpdocs/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Sinergi Dinas Perindustrian NTB dengan BBPOM Mataram untuk Kemasan Pangan Produk Unggulan

Primary tabs

Pagi ini, Selasa 07/01/2020 Plt Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti, SE., ME melakukan koordinasi dengan Kepala BPPOM NTB Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt., MH didampingi Kepala Bidang Pemeriksaan, Siti Nurkolina, S.Si., Apt dan Kepala Seksi Sertifikasi, Abdillah Wibisono, S. Farm., Apt terkait produk unggulan pangan daerah. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan kerjasama pendampingan pengemasan pangan tradisional khas daerah yaitu:

1.      Ayam Taliwang

2.      Ayam Rarang

3.      Sate Rembige

4.      Sate Pusut

Berdasarkan hal tersebut, Dinas Perindustrian NTB berharap IKM industri pangan olahan produk unggulan NTB bisa dilibatkan dalam Pendampingan Pengemasan Pangan Tradisional Khas Daerah yang diadakan oleh Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI Gunung Kidul.

Keempat produk pangan unggulan NTB di atas sudah dianggarkan di tahun 2020 untuk ditargetkan memiliki IG (Indikasi Geografis). Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum & HAM RI, Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan. Ada beberapa alasan diperlukan IG bagi suatu produk yaitu:

1.      Memperjelas identifikasi produk dan menetapkan standard produksi dan proses di antara para pemangku kepentingan Indikasi Geografis

2.      Menghindari praktek persaingan curang, memberikan perlindungan konsumen dari penyalahgunaan reputasi IG

3.      Menjamin kualitas produk IG sebagai produk asli sehingga memberikan kepercayaan kepada konsumen

4.      Membina produsen lokal, mendukung koordinasi, dan memperkuat organisasi sesama pemegang hak dalam rangka menciptakan, menyediakan, dan memperkuat citra nama dan reputasi produk.

Kepala BPPOM Ibu Suarningsih berharap produk-produk olahan pangan NTB bisa menjadi oleh-oleh yang bisa dibawa pulang oleh para pelancong, “tentunya produk yang sudah dikemas dengan baik dan mendapatkan ijin dari BPOM,“ ungkap beliau.