Sejarah Ayam Taliwang

Primary tabs

sumber foto: tripadvisor.com

Jika Anda adalah penikmat kuliner, maka jangan lewatkan menu Ayam Taliwang ketika berkunjung ke Lombok. Ayam Taliwang merupakan salah satu makanan khas sekaligus warisan budaya kuliner Pulau Lombok yang dibuat dari ayam kampung muda bakar yang dibumbui dengan bumbu-bumbu tertentu. Biasanya disajikan bersama nasi hangat, pelecing kangkung, dan beberuq terung, Ayam Taliwang merupakan salah satu kuliner favorit di kalangan wisatawan. Sebenarnya dari mana sejarah dan asal muasal Ayam Taliwang? Berikut penjelasannya.

Berawal dari Perang

Dilansir dari laman https://kebudayaan.kemdikbud.go.id, perkembangan kuliner Ayam Taliwang di Lombok memiliki kaitan yang erat dengan keberadaan masyarakat Karang Taliwang di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masyarakat Karang Taliwang adalah yang pertama kali memperkenalkan kuliner Ayam Taliwang.

Ketika terjadi perang antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karang Asem Bali, pasukan dari Kerajaan Taliwang didatangkan dari Pulau Sumbawa untuk membantu pasukan Kerajaan Selaparang di Lombok yang mendapat serangan dari Bali. Mereka ditempatkan di sebuah tempat yang bernama Karang Taliwang Pasukan Kerajaan Taliwang ditugaskan untuk melakukan pendekatan kepada kerajaan KarangAsem agar pertempuran yang menelan banyak korban tersebut bisa segera dihentikan. Masing-masing memiliki tugas tersendiri, dari pemuka agama, juru kuda, hingga juru masak.

Akulturasi Sasak dan Samawa

Para juru masak dari Kerajaan Taliwang mengolah dan memasak berbagai bahan makanan sesuai dengan bahan dan bumbu sekitar dan disesuaikan dengan citarasa dan selera masyarakat setempat. Salah satunya adalah pembuatan ayam bakar dengan campuran bumbu-bumbu tertentu. Bumbu-bumbu yang digunakan berasal dari hasil alam sekitarnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, garam, dan terasi. Pada masa itu hasil olahan ayam merupakan makanan istimewa yang digunakan sebagai hidangan pada kondisi tertentu.

Seiring waktu, terjadi pembauran antara masyarakat KArang Taliwang dengan masyarakat Sasak di mana makanan yang disajikan disesuaikan dengan citarasa makanan masyarakat yang cenderung menyukai makanan pedas. Daging ayam diolah menjadi ayam pelalah dengan citarasa pedas. Ayam pelalah inilah yang menjadi cikal bakal dari ayam taliwang.

Nama Taliwang berasal dari daerah bernama Karang Taliwang

Pembuatan ayam bakar taliwang untuk komoditas lokal atau dijual pada masyarakat sekitar dimulai oleh seorang ibu bernama Nini Manawiyah atau Papin Manawiwah. Ia berjualan nasi ayam pelalah di rumahnya di Karang Taliwang dan di Pasar Cakranegara. Ayam pelalah Nini Manawiyah sangat terkenal kelezatannya sehingga dicari banyak pelanggan dan terkenal seantero Mataram. Karena Manawiyah berasal dari Karang Taliwang, maka pelanggan yang sering membeli nasi pada Manawiyah menyebutnya dengan nasi ayam taliwang.

Perkembangan Ayam Taliwang

Seiring waktu, usia Nini semakin uzur. Bisnis ayam pelalah atau ayam Taliwang pun semakin surut. Bersamaan dengan itu, Dea Papin Haji Ahmad Moerad mencoba membuka usaha warung makan bersama istrinya Hajjah Salmah pada tahun 1967. Papin Haji Achmad Moerad beserta istri mulai mencoba meracik bumbu untuk dioleskan pada ayam bakar. Hasilnya dikirim kepada teman-teman beliau untuk dicicipi. Ternyata, mendapat respon positif dan menyatakan ayam bakar Haji Moerad rasanya enak. Kemudian Dea Papin Haji Ahmad Moerad bersama istrinya mulai mantap membuka warung nasi ayam taliwang di pasar Cakranegara.

Awalnya warung nasi H. Moerad hanya berupa warung kaki lima yang terletak di sisi barat kompleks Pasar Cakranegara yaitu di sekitar Jalan A. A. Gde Ngurah Cakranegara Mataram sekarang, tetapi kemudian semakin berkembang hingga mendirikan resto-resto.

Ayam Taliwang sebagai Kuliner Khas Lombok

Ayam Taliwang H. Moerad terus berkembang dari tahun ke tahun yang diturunkan dari generasi ke generasi yang berkembang menjadi lesehan-leseahn dan resto-resto. Pembangunan warung makan lesehan dan restoran adalah bentuk realisasi kepentingan industri pariwasata. Sejak tahun 1980-an ayam taliwang menjadi salah satu wisata kuliner di Pulau Lombok.