Ramah Investasi, Alasan Investor Malaysia Datang ke NTB

Primary tabs

 

Dihadiri Bupati Kabupaten Sumbawa, dinas-dinas di tingkat provinsi dan daerah termasuk Kepala Dinas Perindustrian NTB, Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah resmi membuka acara “Launching Investasi Perusahaan Malaysia di Kabupaten Sumbawa Besar Provinsi NTB.” Acara tersebut merupakan rangkaian acara launching pabrik pakan dan investasi di STIPark NTB pada hari Rabu 13 November sebelumnya di Lelede Lombok Barat. Pemukulan gong oleh Gubernur NTB menandai resminya launching investasi di NTB.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB yang akrab disapa Dr Zul menegaskan kepada dinas-dinas dan pejabat terkait bahwa perijinan haruslah dipermudah. Jangan sampai lambatnya birokrasi menjadi alasan investor kabur dari NTB. “Jika ada investor, ijinnya jangan dipersulit, tapi pastikan bahwa tidak ada aturan-aturan yang dilanggar,” terang Dr Zul.

Bupati Kabupaten Sumbawa Besar, Husni Djibril berharap dengan adanya investasi di Sumbawa maka akan mendorong terkelolanya pulau-pulau di Sumbawa khususnya pulau Samota. Ia juga berharap investasi yang terjalin akan berkelanjutan sebab investasi yang berkelanjutan merupakan awal kemakmuran bersama.

Acara tersebut juga dihadiri oleh empat investor dari Negara Malaysia yang dipimpin oleh Datuk Rizal. Sekaligus sebagai wakil ketua DPIM (Dewan Perdagangan Islam Malaysia). Dalam kesempatan tersebut ia mempresentasikan rencana investasi yang akan dilakukan di NTB. Beberapa  investasi yang dicanangkan yaitu ekspor daging sapi ke luar pulau Sumbawa, konsep pembangunan dengan tidak merusak lingkungan, dan penyimpanan semua data dalam satu sistem terintegrasi. Datuk Rizal mengatakan bahwa salah satu alasannya datang ke NTB karena NTB ramah investasi. Ia juga menambahkan orang NTB ramah-ramah.

Sejalan dengan itu, Dr Zul menceritakan sebuah case study. Pada saat itu, Intel ingin melakukan investasi. Ada beberapa negara yang bersaing, di antaranya China, Singapura, dan Nikaragua. Pada akhirnya, Intel memilih berinvestasi di Negara Nikaragua. Alasannya sederhana: Intel tidak enak hati. Konon ketika pihak Intel datang, yang menyambut mereka langsung adalah Presiden Nikaragua sendiri. Bahkan ia sendiri yang menyetir dan mengajak berkeliling pihak Intel. Hal tersebutlah yang akhirnya meluluhkan hati pihak Intel memimilih Nikaragua.

“Maka kalau mau investasi yang aman dan menyenangkan, datanglah ke NTB,” ungkap Dr Zul mengakhiri sambutannya.