Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /var/www/vhosts/disperin.ntbprov.go.id/httpdocs/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Pojok Industri Milienial: Industri Perfilman Memiliki Potensi Besar untuk Dikembangkan di NTB

Primary tabs

Jika ingin belajar bagaimana kebudayaan, dalam hal ini film, mampu mempengaruhi perekonomian suatu negara, maka belajarlah pada Korea. Saat ini siapa yang tidak mengenal Korea. Hampir semua bercita-cita ingin pergi travelling ke Korea. Menikmati indahnya musim semi, menikmati lezatnya Kimci, Teopokki, atau Samyang, dan menikmati banyak hal menarik lainnya di Korea.  Semenjak munculnya Hallyu/gelombang Korea, tidak hanya film/drama-drama Korea yang dinikmati masyarakat Indonesia tetapi juga produk-produk Korea seperti makanan, skincare, dan barang-barang elektronik. Apa itu Gelombang Korea? Dilansir dari laman Wikipedia,  Gelombang Korea yaitu istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia sejak tahun 1990-an. Ada beberapa film/drama Korea yang menjadi pemicu Hallyu atau yang popelur disebut gelombang Korea yaitu drama Stairways to Heaven, Winter Sonata, dan.Dae Jang Geum.

Terkait dengan industri perfilman di NTB, Ming Muslimin selaku Ketua Komisi Perfilman Daerah mengatakan bahwa pemerintah perlu lebih serius untuk menggarap hal tersebut. Pasalnya industri perfilman memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata NTB. “Kita ambil contoh film Laskar Pelangi. Kita semua tahu bahwa novel yang kemudian difilmkan tersebut sangat booming di masyarakat. Tidak hanya filmnya, tetapi setting tempatnya yaitu di Belitung juga ikut popular, “ungkapnya. “Setelah munculnya Film Laskar Pelangi, pariwisata di Belitung meningkat. Penerbangan ke Belitung meningkat hampir 7 sd 10 kali lipat. Perfilman di NTB masih sangat minim, padahal kita punya Sumber Daya Manusia yang banyak. Kita berharap industri perfilman bisa bergandengan dengan pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian” Tambahnya.

Mantan Sekretaris Dinas Perindustrian NTB Pak Bambang, yang sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan diskusi Pojok Industri Milenial yang ke dua ini menanggapi positif saran dan masukan dari Mas Ming. Dan beliau juga berharap bahwa diskusi-diskusi dan kegiatan terkait industri perfilman perlu digalakkan lagi.