PERANAN SCIENCE TECHNOLOGY & INDUSTRIAL PARK (STIP) DINAS PERINDUSTRIAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT SEBAGAI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS PROGRAM PEMERINTAH

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah Meluncurkan produksi Teknologi Rumah Tahan Gempa (RTG), di Science Technology & Industrial Park, Senin (29/4). Science Technology & Industial Park (STIP) ditunjuk langsung oleh Gubernur untuk memfasilitasi produksi RTG (Rumah Tahan Gempa). RTG ini adalah program untuk bantuan ke masyarakat yang terdampak gempa di NTB. Science Technology & Industial Park (STIP) memfasilitasi program percepatan pembangunan  rumah, dengan mengumpulkan Aplikator/Pengusaha untuk membangun rumah tahan gempa dengan standar rumah tahan gempa  yang telah ditetapkan oleh PUPR. STIP berperan sebagai unit pelaksnaan teknis, membantu proses program tersebut. 

Pada sambutannya Gubernur menyampaikan, ini adalah salah satu langkah untuk merubah pola kerjamasyarakat yang semula dari sektor pertanian ke industri. “Mungkin butuh waktu lama, tapi harus dimulai”.Harus ada transfer teknologi dan management expertise dari aplikator ke tenaga lokal. 

Kepala Dinas Perindustrian menyampaikan, di STIP NTB saat ini ada 17 aplikator yang akan mengerjakan 11 jenis RTG. Investasi yang masuk ke STIP NTB untuk pembangunan RTG sekitar Rp. 37 miliar. Serapan tenaga kerja, tambah Andi, sekitar 231 orang dan 150 orang yang sedang menunggu untuk bekerja. Kemampuan produksi STIP sekitar 500 unit rumah per minggu atau sekitar 73 unit per hari. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB juga mengatakan STIP juga menyepakati akan membangun 35.000 unit RTG hingga Desember 2019.

Unit Kerja: