PERAJIN LIMBAH SAMPAH PERLU EDUKASI

MATARAM – Potensi industry pengolahan sampah di NTB untuk menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi sangat besar.Bahkan, pangsa pasar produk kerajinan berbahan dasar limbah sampah ini dilirik oleh konsumen di sejumlah Negara di Asia dan Eropa, seperti Australia dan Korea Selatan. Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia ( Kadin ) NTB H Lalu Herry Prihatin menilai hal tersebut bisa saja dilakukan olehperajin sampah. Namun, perlu di perhatikan sampah apa yang akan diolah oleh industri tersebut. Misalnya saja, sampah plastik atau organik. Mengingat, selama ini untuk industri pengolahan sampah di NTB masih kurang.

“ Perajin berbahan baku sampah ini perlu dibina dan difasilitasi untuk menghadirkan produk bernilai ekonomi tinggi untuk bisa dipasarkan ke luar Negeri,” kata H Lalu Herry Prihatin, Rabu (23/10).

Menurut Herry, meskipun ada potensi pasar bagus untuk produk kerajinan berbahan baku sampah, namun untuk memenuhi bahan bakunya saja masih minim. Hal ini perlu juga diperhatikan, jika saja kedepannya menyasar pangsa pasar  lebih banyak, maka tentu membutuhkan bahan baku banyak dan berkualitas.

Hery mendorong perlunya beragam produk kerajinan olahan dari bahan baku sampah. Seperti bisa dijadikan berbagai produk yang memang memiliki potensi besar dari negara Australia dan Korea Selatan.

Terpisah, salah seorang perajin limbah sampah plastik di Kota Mataram Nurmala menyambut baik kebijakan pemerintah daerah untuk menyediakan industri pengolahan sampah dan memberikan peluang besar yang menjanjikan. Pasalnya, produk dari olahan sampah untuk di pasar lokal masih kurang.

“ Seharusnya, potensi dalam negeri juga perlu dikembangkan. Jangan hanya pasar luar saja,” ujarnya.

Dikatakan, selama ini perhatian masyarakat lokal terhadap produk olahan sampah masih minim. Hal ini, yang juga diinginkan oleh para pelaku usaha lainnya, sehingga tidak hanya dikenal di luar, tetapi didalam negeri juga.” Jangan hanya orang luar tahu produk kerajinan dari sampah, tetapi masyarakat kita disini juga harus tahu,” katanya.

 

Sumber : Radar Lombok (23/10/2019)