Gelar Pelatihan Desain, Kepala Bidang Industri Kreatif Dinas Perindustrian Harap Masyarakat Manfaatkan Limbah Industri

 

Bertempat di Fave Hotel pada  Jum’at 22 Nopember, Plt Kepala Dinas Perindustrian, yang dalam hal ini diwakili Kepala Bidang Industri Kreatif, Sandang dan Kerajinan Bapak Drs H. Muhtadi Hairi M.Pd. resmi membuka acara “Pelatihan Desain Pembuatan Alas Kaki.” Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari yaitu dari tanggal 22 Nopember 2019 sd 26 Nopember 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 20 IKM pegiat lingkungan Se-NTB khususnya pengelola limbah seperti bank-bank sampah. Malahan beberapa dari peserta ada yang sudah memproduksi tas dari sampah plastik. Kegiatan ini mendatangkan dua tenaga instruktur yang berasal dari Griya Anyam Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Muhtadi atau yang sering disapa Pak Emha menyampaikan bahwa sampah adalah berkah.” Selama ini kita menganggap bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna, padahal banyak hal yang bisa diolah dari sampah, misalnya sampah industri berupa plastik. Sungguh mulia sekali teman-teman yang bergerak di bidang sampah (lingkungan) ini, karena banyak hal yang bisa tertolong dengan mengelola sampah” ungkap Kepala Bidang Industri Kreatif, Sandang dan Kerajinan ini. Beliau juga mengharapakan bahwa bukan hanya alas kaki saja yang dikembangkan, tetapi juga kreatifitas-kreatifitas lainnya.

“Semoga para Instruktur bisa menularkan kreatifitas dan skill yang dimiliki kepada teman-teman IKM di NTB sehingga teman-teman bisa memanfaatkan kegiatan desain perancangan alas kaki ini untuk mengoptimalkan limbah industri khususnya limbah plastik, “tambah beliau.

Seperti disampaikan ketua panitia Bapak Yana Mulyana ST, kegiatan ini merupakan upaya pemanfaatan limbah industri seperti plastik sebagai upaya mendukung program zero waste yang dicanangkan gubernur. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi untuk mendorong gerakan pemasyrakatan terhadap pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong perkembangan budaya mutu, produktivitas, dan daya saing IKM yang sangat diperlukan dalam menghadapi era globalisasi dan industri 4.0 saat ini.

Sebagai output dari kegiatan tersebut, Dinas Perindustrian akan memberikan bantuan alat kepada 10 kelompok masyarakat. Harapannya, masyarakat yang menerima alat tersebut bisa terus mengembangkan produk-produk dan kreatifitasnya untuk mengolah limbah industri menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang tentunya juga akan meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.