FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PERKEMBANGAN EKONOMI DAERAH NTB

Primary tabs

Plt Kepala Dinas Perindustrian Prov NTB menghadiri serta menjadi Narasumber Acara FGD yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), dalam rangka pendalaman informasi mengenai perkembangan kondisi perekonomian Daerah Provinsi NTB melalui Rencana Pengembangan Kawasan Industri Smelter PT.AMNT sebagai bahan pendalaman kajian Bank Indonesia (BI). Acara ini dilaksanakan di Hotel Sheraton Senggigi, Senin 28 Oktober 2019. Acara ihadiri oleh beberapa Narasumber; Ibu Nuryanti,.SE.,ME (Plt Kadis Dinas Perindustrian), Bapak M. Setyawan Santoso (Bank Indonesia), Bapak Syamsul Ma’rif (Dinas ESDM Provinsi NTB), Bapak M. Zulkifli (PT. Aman Mineral Nusa Tenggara), dan Bapak Potro Soeprapto (PT.Aman Mineral Nusa Tenggara).

Kawasan Industri memegang peranan yang sangat strategis sebagai infrastruktur industri dalam perwujudan kesesuaian tata ruang, penyebaran industri, dan kelangsungan lingkungan hidup. Hal ini sebagai perwujudan amanat Pasal 106 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang mewajibkan industri baru berlokasi di dalam Kawasan Industri.

Pemerintah bersama-sama dengan pemerintah daerah terus berupaya mendorong pembangunan Kawasan Industri agar dapat menarik investor baik domestik maupun asing dalam menanamkan modalnya di Kawasan Industri. Untuk itu, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri, agar Kawasan Industri menjadi lebih menarik sebagai lokasi investasi sektor industri.

Dalam paparannya Plt Kadis Disperin mengatakan “Pembangunan Kawasan Industri diharapkan dapat memberikan dampak sebagai berikut:

1.memberi kemudahan bagi dunia usaha untuk memperoleh kaveling industri siap bangun yang sudah dilengkapi berbagai infrastruktur yang memadai;

2.memberi kepastian hukum lokasi tempat usaha, sehingga terhindar dari segala bentuk gangguan dan diperolehnya rasa aman bagi dunia usaha; dan

3.mengatasi permasalahan tata ruang dan sekaligus mengendalikan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan industri.

Pembangunan suatu Kawasan Industri memerlukan persyaratan tertentu yaitu memenuhi kaidah-kaidah kelayakan teknis, ekonomis, lingkungan, dan finansial. Untuk itu diperlukan suatu acuan dalam pembangunan Kawasan Industri yang dituangkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri’’ ujarnya.

Comments

Pages