Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pengembanagan Kosmetik Tematik Nusa Tenggara Barat

Primary tabs

 

Rabu, 20 November 2019 Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) Provinsi NTB mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Perkembanagan Kosmetik Tematik Nusa Tenggara Barat di Hotel Golden Palace. Kegiatan FGD ini bertemakan “ Bersama Memajukan warisan Kecantikan budaya Bangsa”. Plt. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB hadir sebagai salah satu narasumber.Ibu Nuryanti. SE.,ME menyampaikan paparan tentang Peranan Pemerintah Dalam Pengembangan Kosmetik Tematik di Provinsi NTB. Kegiatan ini melibatkan pemangku kepentingan terkait antara lain : Instansi Pusat, Instansi Provinsi, Pelaku Usaha Kosmetik, Akademisi dan Masyarakat.

Kosmetik tematik dipersepsikan sebagai kosmetik yang ikonik/identik dengn suatu daerah yang bersifat heritage dan  menggunakan bahan yang ada pada daerah tersebut. Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu sentra penghasil rumput laut di Indonesia, namun hanya sebagian kecil dari rumput laut tersebut yang diolah di provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebagai bahan pangan. Rumput laut merupakan salah satu hasil alam laut yang dimanfaatkan juga sebagai bahan kosmetik sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan perekonomian wilayah di NTB. Oleh karena itu perlunya dilakukan industrialisasi rumput laut termasuk di bidang kosmetik, yang dapat meliputi pendirian industri kosmetik ataupun pengolah bahan baku bersekala industri.

Nusa Tengagra Barat termasuk provinsi yang perkembanagn industri kosmetiknya paling  “menarik”. Pada tahun 2018, belum tercatat adanya industri kosmetik, sedangkan saat ini terdapat 21 industri kosmetik antara lain: 2 industri sudah dapat menerapkan CPKB, 7 industri sedang dalam proses untuk dapat menerapkan CPKB, & 12 industri sedang dalam penjajakan proses perijinan.

Dalam upaya industrialisasi kosmetik berbahan baku rumput laut ini, beberapa perusahan nasional telah menjajaki pembudidayaan dan pendirian industri kosmetik di Provinsi NTB, namun hasilnya belum optimal. Tantangan utama yang dihadapi para pelaku usaha di antaranya adalah keamanan dan mutu produk berbahan baku rumput laut. Mengingat industry kosmetik berbahan baku rumput laut ini melibatkan beberapa pemangku kepentingan, maka penanganan permasalahannya juga harus dilakukan secara parsial.

Dapat disimpulkan bahwa percepatan pengembanagn kosmetik tematik membutuhkan upaya Bersama dari pemangku kepentingan untuk Bersama-sama memberikan usulan solusi atas permasalahan yang dihadapi secara sinergis, sistematik & holistic. Tujuan diadakannya FGD ini untuk merumuskan strategi yang implementatif secra sistematik, sinergis dan holistic dalam mengatasi kendala yang dihadapi UMKM dan mendukung percepatan pengembangan komsmetik tematik.

 

#FGDPercepatanPerkembanaganKosmetikTematikNTB #MenujuNTBgemilang #industrikosmetik #rumputlaut