Fasilitasi Sertifikasi Penerapan SNI bagi IKM Logam dan Mesin oleh Dinas Perindustrian NTB

Primary tabs

 Pada hari Kamis tanggal 5 Desember 2019, Bidang ILMATE (Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronika, dan Telematika) Dinas Perindustrian NTB menggelar kegiatan “Fasilitasi Sertifikasi Penerapan SNI bagi IKM Logam dan Mesin.” Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 2 Desember sampai 7 Desember 2019 bertempat di STIPark, Lombok Barat.

“Pada kegiatan ini, kita melakukan pengujian sebanyak 19 (sembilan belas) mesin dan peralatan pertanian yang melibatkan 10 (sepuluh) tim penguji dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP MEKTAN) serta 6 (enam) IKM logam dan mesin ” ungkap ketua panitia kegiatan dari Bidang ILMATE sendiri.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandantangani kesepakatan kerjasama antara Dinas Perindustrian NTB dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia tentang kerjasama fasilitas Standar Nasional Indonesia (SNI) Bagi produk Industri Kecil Menengah (IKM) Logam dan Mesin di NTB.

Bapak Harsono M.Pd selaku pejabat yang mewakili Kepala BBP MEKTAN Kementrian Pertanian RI menyampaikan bahwa kerjasama dengan Dinas Perindustrian NTB merupakan langkah awal kemajuan bersama. Selain kerjasama dalam hal pengujian, Dinas Perindustrian dan Kementrian Pertanian bisa bekerja sama dalam hal lain, salah satunya perbaikan dan perawatan mesin. Ia juga berharap melalui kerjasama ini hasil yang optimal bisa dicapai oleh semua pihak khususnya para pelaku  industri kecil menengah (IKM).

“Fasilitasi sertifikasi pengujian SNI ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing produk-produk IKM di NTB. Kita berharap produk-produk IKM NTB bisa masuk di E-Katalog. Kita juga akan mendorong OPD-OPD untuk belanja di IKM.” Ungkap Ibu Plt Dinas Perindustrian NTB Nuryanti SE., ME ketika membuka acara tersebut.

“Beberapa prioritas industrialisasi NTB di antaranya mandiri benih, mandiri pakan, swasembada  jagung, dan swasembada telur, ayam & daging. Salah satu cara untuk mempercepat prioritas tersebut yaitu dengan menggunakan mesin, utamanya dalam skala besar,” tambah bu Yanti.

Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah yang sempat mengunjungi proses sertifikasi SNI di STIPark Banyumulek mengaku sangat senang menyaksikan mesin-mesin hasil karya UKM lokal mulai dinilai dan disertifikasi pemerintah pusat.   

“Industrialisasi harus dimulai dengan mengembangkan industri permesinan. Hadirnya industri permesinan akan meningkatkan produktivitas di berbagai sektor ekonomi kita. Kalau sudah lolos maka nggak ada alasan lagi kita tak menggunakan mesin-mesin buatan NTB sendiri untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, peternakan, perikanan dll,” ungkap Dr Zul di akun Instagramnya.

Menutup kegiatan tersebut, Ibu Plt berharap akan banyak inovasi dan terobosan-terobosan ke depan dalam segala bidang, khususnya dalam bidang mesin dan logam sehingga industrialisasi yang menggunakan permesinan bisa menjangkau masyarakat seluruh lapisan masyarakat dengan mudah dan cepat sehingga bisa mengurangi kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat.