Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2405 of /var/www/vhosts/disperin.ntbprov.go.id/httpdocs/includes/menu.inc).

Dukung Industrialisasi, Disperin NTB Gelar Koordinasi Bersama Stakeholder Terkait Kendaraan Listrik

Primary tabs

 

 

 

Untuk mendukung program Gubernur Nusa Tenggara Barat terkait industrialisasi, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat Nuryanti, SE., ME bersama Kepala Bidang ILMATE dan ANEKA Dra. Ely Suryani, M.Pd beserta jajaran berkunjung ke Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dalam rangka koordinasi terkait kendaraan listrik.

Selain Rektor Universitas Teknologi Sumbawa Ir. Chairul Hudaya, ST, M.Eng, Ph.D, hadir juga Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, perwakilan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB, dan Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 Februari 2020 bertempat di ruang Rektor UTS gedung Rektorat Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

UTS selaku tuan rumah merespon baik langkah industrialisasi di NTB terkait kendaraan listrik. “Penggunaan motor listrik memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mesin pembakaran. Selain itu, karena keterbatasan energi dan pemanasan global, maka kendaraan listrik sangat diperlukan,” ungkap Rektor UTS. Beliau juga menambahkan perlu adanya Tripple Holic, yaitu keterkaitan dan pembagian peran antara ABG (Akademisi, Bisnis, dan Government/Pemerintah) dalam proses ini. Di akhir beliau menyatakan siap berkolaborasi dengan semangat bersinergi untuk mendukung industrialisasi di NTB.

 

 

 

 

 

Sejalan dengan hal tersebut, Bappeda Kabupaten Sumbawa menyatakan bahwa kendaraan listrik sesuai dengan RPJPD 2015-2025 di mana Kabupaten Sumbawa dirancang menjadi Kabupaten yang berbasis teknologi industri. Jadi, harapannya lima tahun ke depan bisa terealisasi. Langkah awal telah dilakukan dengan memproduksi mesin coper tahun lalu dengan sistem swakelola dan tahun 2020 ini telah dianggarkan sebesar Rp. 1,2 M dengan jumlah mesin coper sebanyak 41 unit yang saat ini sedang menuju E-Katalog. Kabupaten Sumbawa berharap ada rekomendasi dari Provinsi agar mesin coper yang diproduksi terjangkau dari segi harga dan layanan.

Selain itu, Diskoperindag Kabupaten Sumbawa menyoroti perlunya kawasan industri sehingga sasaran hubungan Kabupeten/Kota bisa dipetakan sesuai komoditi tiap Kabupaten/Kota. Sementara Dinas Perhubungna Provinsi NTB lebih menyoroti peraturan yang berkaitan dengan kendaraan listrik, salah satunya Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019, di mana di PP tersebut disebutkan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai di jalan harus sesuai dengan persyaratan tertentu.

PT PLN (Persero) juga akan turut andil dalam hal ini karena dari pusat sendiri terdapat program percepatan untuk kendaraan listrik. Selain itu, dari manajemen PLN sendiri juga mendukung hal tersebut karena sejalan dengan konsep kawasan bebas polusi yang sudah dilakukan di tiga Gili di Lombok (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air). Saat ini, PT PLN (Persero) sudah mampu membuat satu unit sepeda listrik dengan lama kerja 60 hari, tetapi karena keterbatasan tenaga dan pemasangan material maka dibutuhkan SDM/IKM dan komponen pendukungnya.