BIMTEK PENGOLAHAN GARAM SE-PULAU SUMBAWA

Bimtek Pengolahan Garam Se-Pulau Sumbawa dilaksanakan pada tanggal 26 s.d 30 Agustus 2019 di Hotel Permata Syariah Kota Bima. Pada kegiatan ini Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB memberikan sambutan sekaligus membuka resmi acara kegiatan Pelatihan Pengolahan Garam Se-Pulau Sumbawa yang  didampingi oleh Bapak Assisten III PLT ,Kadis Perindag Kabupaten Bima beserta Ibu Kabid Industri Agro Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Kegiatan ini melibatkan 20 orang peserta; 10 orang dari Kab. Bima, 5 orang dari Kota Bima, dan 5 orang dari KSB. Materi pelatihan yang diberikan berupa teori paparan dari para narasumber, teori dan praktik dari instruktur. Yang menjadi Instruktur kegiatan pengolahan garam ada 3 orang, Bapak Bambang Santoso (Lembaga NI Cabang NTB), Bapak M. Taufik (UPTD Balai Keasan Daerah NTB), dan Bapak Yogi A.M (Balai Besar POM Bima).

Kegiatan ini bermaksud dan bertujuan sebagai terwujudnya SDM IKM garam beryodium yang berkualitas, Produk garam beryodium sesuai dengan SNI ISO 9001 Tahun 2015, Tersedianya garam beryodium yang berkualitas & berstandar, serta terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas. Kegiatan Bimtek Pengolahan Garam Se-Pulau Sumbawa di tutup oleh  Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB (Bapak Ir. Andi Pramaria, M.Si).  Harapan dari Kepala Dinas Provinsi NTB dengan adanya kegiatan pelatihan garam diharapkan dapat memotivasi IKM garam untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam yodium di NTB sehingga dampak gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY) dan Stunting dapat di minimalisir serta dapat memberikan nilai tambah bagi petani garam dan IKM garam.

Untuk menghadapi masalah kekurangan modal, kemasan sangat sederhana, akses pasar yang masih terbatas, dll beberapa masalah yang dihadapi IKM garam di Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB melakukan ikhtiar dengan :

1. Melaksanakan pelatihan pengolahan garam

2. Meberikan bantuan peralatan bagi IKM yang telah mengikuti pelatihan.

3. Magang/Job training ke industri maju yang ada di pulau Jawa dan daerah lainnya.

4. Memberikan bantuan teknologi tepat guna bagi IKM

5. Pendampingan dan pembinaan secara berkala standarisasi produk dan kemasan (PIRT, Halal, HAKI, dan SNI). Dengan upaya tersebut kami yakin IKM garam akan mampu memenuhi Standar Mutu Indonesia (SNI) untuk memenuhi permintaan konsumen/pasar.

Comments

Pages