24 Mei 2024

Resmikan RPH, Gubernur NTB Sampaikan Industrialisasi Jangan Mengirim Komoditas Mentah

Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Prov. NTB, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri Aryanti Dwiyani, M.Pd menghadiri acara Pemotongan Perdana Sapi oleh PT Atra Begawan Nusantara bertempat di Rumah Potong Hewan Banyumulek, Kab. Lombok Barat.

Gubernur NTB Dr. H. Dzulkieflimansyah, SE.,M.Sc atau Bang Zul dalam sambutannya menyampaikan industrialisasi ini jangan lagi menjual komoditas mentah keluar kemudian membeli komuditas yang sudah diolah dengan harga yang lebih tinggi.

“Mencari Investor itu tidak gampang, namun ketika ada investor datang kita layani sehingga investor itu nyaman dengan kita, jangan dibikin susah, kalau tidak ada fasilitas kita sediakan kalau tidak ada izin kita buatkan”. Tambah bang Zul.

Pemerintah diharapkan dapat membantu fasilitas bagi investor-investor yang ada di NTB untuk kemajuan daerah. Inilah perjalanan panjang yang harus dimulai dengan langkah pertama untuk kemajuan industrialisasi di NTB menuju gemilang.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Khairul Akbar M.Si mengucapkan Terimakasih kepada Gubernur NTB, PT Atra Begawan dan Pemerintah Prov. NTB yang sudah bekerja sama dalam upaya menumbuhkan geliat ekonomi melalui RPH Banyumulek ini yang mana sudah hampir 5 tahun mangkrak dan alhamdulillah sekarang sudah berproduksi kembali. Harapan kedepannya, RPH ini mampu menghasilkan daging berkualitas yang bisa diolah dengan berbagai jenis seperti bakso, sosis dll.

Komisaris PT Atra Begawan Nusantara Ari Triyono mengatakan, “Saya prihatin dengan kondisi negara agraris yang mana segala bahan pokoknya banyak import. harapannya NTB akan menjadi lumbungnya daging nusantara”.
Mari bersama-sama warga NTB kita tumbuhkan lumbung daging nusantara.

Terimakasih support yang diberikan bapak Gubernur atas PT Atra dalam pengelolaan dibidang peternakan.

Direktur Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Drh. Syamsul Maarif, M.Si menyampaikan “Rumah Potong Hewan (RPH) ini merupakan satu unit pelayanan teknik pemotongan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).”

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan di RPH :

  1. Aspek teknis pertama memperhatikan kesehatan hewan agar tidak mencemarkan penyakit kepada manusia.
  2. Aspek teknis kedua Mencegah pemotongan hewan betina produktif.
    Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner ( NKV ) sebagai bukti bahwa RPH Aman dan Layak konsumsi. RPH yang direkomendasikan penjualan keluar yakni yang dipilih oleh pemda. 10 juta unit usaha pengelolaan harus memiliki sertifikat halal.