31 Januari 2023

Disperin NTB Sosialisasikan Tips Kemasan dan Labelling yang Dilirik Konsumen

Mewakili Kepala bidang pembangunan Sumberdaya Industri Lalu Luthfi, ST., M.Si Penyuluh Perindag Madya Dra Hafsah menjadi Narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan dengan tema Optimalisasi Potensi dan Pengembangan Pemasaran Gula Aren untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat Desa Kekait yang dilaksanakan oleh Kelompok Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa UNRAM di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Selasa, 17 Januari 2023.

Dalam kegitan tersebut Dra Hafsah menyampaikan terkait Pengemasan dan labeling karena pentingnya memasarkan produk makanan sangat penting untuk dilakukan. Pengemasan selain berfungsi sebagai alat melindungi produk, juga meningkatkan daya tarik konsumen untuk membeli suatu produk tertentu. Sajian makanan ringan yang dikemas dalam wadah yang bersih, bagus, tahan air tentu akan meningkatkan penjualan. Selain hal terpenting dari kegiatan pengemasan ini adalah labeling. Labeling berfungsi sebagai identitas suatu produk agar konsumen dapat memilih produk secara benar dan tepat.

Beliau juga menjelaskan kiat-kiat pengemasan dan labeling yang baik dan menarik tentu sangat diperlukan dalam mendukung suatu produk makanan. Sayangnya belum semua produsen seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menerapkannya. Sampai saat ini kemasan produk masih merupakan masalah bagi para pengelola usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Permasalahan tentang kemasan produk dan labelnya kadang-kadang menjadi kendala bagi perkembangan atau kemajuan suatu usaha. Banyak persoalan yang muncul ketika suatu usaha ingin memiliki suatau kemasan produk yang baik, berkualitas dan memenuhi standar nasional yang ada. Persoalan- persoalan yang sering dihadapi seperti bahan pengemas, desain bentuk kemasan, desain label, sampai pada persoalan yang paling utama yaitu biaya pembuatan kemasan itu sendiri

Dra Hafsah menjelaskan Kemasan yang dirancang harus berbeda dengan yang lain, sehingga dibutuhkan desain kemasan yang unik dan khas. Produk yang sama namun dengan kemasan yang berbeda juga bisa diterapkan tergantung dengan pasar konsumen yang ditargetkan. Desan kemasan yang unik memberikan daya tarik dan informasi pada pelanggan/ calon pembeli.

Dinas perindustrian NTB memberikan solusi terutama kemasan-kemasan yang patut untuk disterilkan, dan desain nya ada di balai kemasan agar berkesinambungan akan diberi solusi untuk peralatannya .

Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab peserta dan narasumber guna mengetahui secara langsung apa yang menjadi keluhan dan permasalahan pelaku IKM serta untuk mengatasi permasalahan teraebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi IKM agar memahami pentingnya kemasan produk dan perizinan produk sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk.