31 Januari 2023

Disperin Belajar Pengsaosan Rokok Herbal Bernikotin Rendah di Malang Jawa Timur

Rokok Bagai dilema yang terus menggema, produk tembakau kerap memicu kontroversi dalam setiap kebijakannya karena bagai pisau bermata dua. Rokok yang merupakan produk hasil tembakau memiliki dua fenomena yang berbeda dan memiliki pertentangan nilai.

Pada satu sisi, produk tembakau mempunyai nilai ekonomi tinggi yang menjadi sumber pendapatan daerah maupun negara. Di sisi lain tak produk tembakau memiliki dampak negatif bagi kesehatan sehingga perlu pengendalian dalam konsumsinya.

Sejalan dengan hal tersebut Kepala Dinas Perindustrian NTB memboyong rombongan melakukan studi banding ke kota Malang Jawa Timur.

Rangkaian studi banding yang diketuai oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, SE., ME dan rombongan melakukan kunjungan pertama ke Gedung Malang Creative Center (MCC). MCC merupakan gedung dijadikan pusat inkubasi atau wadah bagi pelaku UMKM khususnya pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang. Kunjungan ini dilaksanakan pada 29 November s/d 01 Desember 2022.

Rombongan ini meliputi Tim Dinas Perindustrian NTB, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (Lalu M. Azhar), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Dompu Muhibuddin, Perwakilan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Dalam kunjungan pertama ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang bapak Dr. Eko Sri Yuliadi, S. Sos., MM. pada kesempatan tersebut Dr. Eko menjelaskan potensi-potensi daerah yang ada di Kota Malang termasuk 33 perusahaan rokok binaan Diskoperindag Kota Malang yang siap bermitra dengan NTB.

Kemudian Kepala Dinas Perindustrian NTB beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke SAKHA KIMIA, Perusahaan bergerak dalam bidang supply bahan baku untuk kimia industri dan saos rokok di Kota Malang.

Pertemuan tersebut langsung disambut oleh Yustinus Edi Rujita pemilik Perusahaan SAKHA KIMIA.

Nuryanti menjelaskan kunjungan ini dalam rangka belajar pengsaosan Rokok Herbal bernikotin rendah serta menjalin pola kemitraan tembakau lokal NTB dengan Kota Malang.

“Rokok herbal insha allah akan menjadi ciri khas NTB, apalagi Kami punya tembakau yang melimpah ruah, rokok herbal adalah mimpi kami di NTB”

Edi Rujita menyambut baik keinginan rombongan NTB, beliau menyakatan siap bermitra dengan NTB “saya sudah langganan tembakau di Lombok Kualitas tembakau Virginia Lombok merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, jika berkesempatan untuk bermitra saya sangat welcome sekali, rempah-rempah seperti pala, cengkeh dan dll bisa saya beli disana untuk saos” tutur edi

Kunjungan terakhir rombongan NTB yaitu kunjungan ke Pabrik Rokok Jati Sari Gadang, Pada Kunjungan tersebut rombongan NTB melihat langsung proses produksi rokok yang dilinting, proses pengemasan hingga layout Pabrik Rokok Jati Sari.

Kunjungan Pabrik Rokok Jati Sari ini bertujuan untuk belajar Bagaimana Desa Industri di semoyang dapat mengerti lebih jauh tentang bagaimana industri rokok di Malang agar dapat bersaing.

Inovasi Dinas Perindustrian yang melibatkan Desa Industri Semoyang sebagai pilot projectnya, dan Melibatkan stakeholder terkait dalam pengembangan desa industri, dalam kunjungan ini diharapkan dapat di ATM agar dapat mengiplementasikan, dengan langkah upaya ini dapat mengikis angka Pengangguran dan kemiskinan di desa-desa.

Industri hasil tembakau di Indonesia tumbuh pesat. Tak sedikit yang semula hanya berawal dari industri rumah tangga menjelma menjadi industri berskala besar nasional dan multinasional

industri hasil tembakau juga berperan dalam perekonomian nasional sebagai penyumbang penerimaan negara melalui cukai. Itu tercermin dari kontribusinya yang mencapai 97% dari total penerimaan cukai nasional.