3 Desember 2022

Gubernur NTB : Industrialisasi NTB Baru Berhasil Ketika Kita Komitmen Menggunakan Produk Lokal

Dalam gelaran Talk Show Industrialisasi NTB yang digelar di Taman Sangkareang – Kota Mataram, 29 Oktober 2022, kembali Gubernur NTB, Dr. Ir. H. Zulkiellimansyah, M.Sc menekankan tentang pentingnya industrialisasi NTB sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah NTB. Industrialisasi NTB tidak berarti membangun pabrik-pabrik besar, namun lebih kepada meningkatkan nilai tambah untuk komoditas yang ada di NTB.

“Bayangkan saja, ikan kita, dikirim ke luar NTB, diolah disana, untuk kemudian kita beli dan kita konsumsi lagi di NTB. Padahal kita bisa mengolahnya sendiri, walau masih sederhana, masih mahal, tapi disitulah proses pembelajarannya”, demikian Gubernur NTB membeberkan visi industrialisasi NTB yang selama ini diusungnya dalam memimpin NTB periode 2019 – 2023.

Peran UMKM NTB dalam pencapaian visi industrialisasi tersebut jelas berperan besar. Khususnya di wilayah Kota Mataram, sebagai ibukota Provinsi NTB. Peran dalam mengolah dan memberikan nilai tambah komoditas NTB menjadi salah satu fungsi dasar yang dijalankan oleh para pelaku UMKM NTB dalam menjaga agar pertumbuhan ekonomi NTB tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Kita sudah membuktikan, selama pandemi COVID–19 kemaren, peran UMKM dan IKM kita dalam mempertahankan basis ekonomi NTB sangatlah penting. Melalui program JPS Gemilang, kita mampu memproduksi barang2 kebutuhan kita sendiri, tanpa harus bergantung dari luar. Kita bisa memproduksi masker, minyak kelapa, kopi, garam, sabun mandi, minuman herbal penguat imun, dan bahkan kita sudah mampu membuat kendaraan listrik. Itu luar biasa, dan membuktikan bahwa peran UMKM dalam membangun industrialisasi NTB sudah mulai terasa dampaknya”, demikian lanjut paparan doktor ekonomi lulusan Harvard University ini.

“Untuk terus menjaga momentum baik itu, mkaa kemauan dan komitmen kita untuk terus menggunakan produk lokal hasil karya UMKM NTB jelas menjadi elemen penting berikutnya. Jangan dilihat harganya yang lebih malah, tapi mari melihat bahwa itu adalah produksi masyarakat NTB itu sendiri. Minyak kelapa kita, memang lebih mahal dari minyak sawit, yang harus dilihat adalah minyak kelapa kita dihasilkan oleh ibu2 rumah tangga hasil olahan home industri, bukan olahan dari pabrik besar. Jelas, dampak ekonominya bagi NTB akan lebih terasa jika kita terus membangun komitmen untuk menggunakan produk lokal karya masyarakat NTB itu sendiri”, lanjut Bang Zul, demikian panggilan akrabnya dalam gelaran Talk Show Industrialisasi NTB di Taman Sangkareang, 29 Oktober 2022.

Narasi untuk terus membangun komitmen dalam menggunakan produk lokal NTB terus disampaikan oleh Gubernur NTB dan seluruh jajaran Pemprov NTB. Dalam berbagai forum dan kesempatan, khususnya ketika event2 bersama UMKM NTB seperti dalam Road Show Industrialisasi NTB di Kota Mataram ini. Karena, benar adanya, bahwa peningkatan nilai tambah komoditas melalui visi industrialisasi NTB hanya akan bisa konsisten dan memberikan hasil yang berkesinambungan, jika produk olahan hasil karya UMKM NTB terus digunakan secara masif dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat NTB. Selain meningkatkan daya saing produk UMKM, pun akan dapat memberikan ruang inovasi terbaik bagi produk UMKM NTB untuk terus menghasilkan produk olahan yang semakin variatif yang dalam jangka panjang akan memberikan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi daerah NTB yang kita cintai.

Mari sama2 kita resapi dan amalkan petuah2 baik Gubernur NTB dalam Talk Show Industrialisasi NTB di Kota Mataram kali ini. Bisa jadi, petuah ini sudah sering kita dengar di banyak forum dan kesempatan. Namun, menjalankannya, dengan konsisten dan komitmen, tentu akan memberikan hasil yang jauh berbeda. Bicara industrialisasi NTB, maka indikatornya adalah komitmen dan konsistensi kita, masyarakat NTB dalam menggunakan produk lokal karya NTB itu sendiri. Kalau bukan sekarang, kapan lagi, kalau bukan kita, siapa lagi? Mari berkomitmen bersama, menuju NTB Gemilang.