31 Januari 2023

Industrialisasi Lotim yang Lengkap dan Selaras Menjadi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kabupaten Lombok Timur adalah satu-satunya Kabupaten yang memiliki Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang linear dengan OPD di Provinsi, terdapat Dinas Perindustrian Kabupaten yang berdiri sendiri sama dengan Provinsi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti saat laporan Ketua Panitia Roadshow Industrialisasi Gubernur NTB di Kabupaten Lombok Timur (12/10/2022). Menurut Nuryanti, dengan adanya OPD yang linear dapat mempercepat program-program pemerintah, seperti industrialisasi.

“Kabupaten Lotim satu-satunya Kabupaten di NTB yang linear dengan Provinsi, dilihat dari adanya Disperin Lotim yang sama dengan Disperin Provinsi. Jadi terasa cepat pertumbuhan industrialisasinya karena selaras dengan Provinsi.” Tutur Nuryanti.

Kabupaten Lombok Timur juga merupakan daerah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dan memiliki potensi dari sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, perdagangan, pertambangan, serta pariwisata. Salah satu komoditas pertanian yang berharga yaitu porang, Lombok Timur mendapatkan pembangunan pabrik pengolahan Porang untuk mendukung industrialisasi komoditas porang. Kemudian di sektor permesinan Lombok Timur juga memiliki UPT Permesinan, tidak kalah juga dengan industri kreatif dengan jumlah penduduknya yang besar menambah produk-produk kreatif di NTB.

“Kab. Lotim mendapatkan bantuan DAK dari pusat melalui Kemenperin yaitu Pabrik Pengolahan Porang untuk memenuhi kebutuhan terigu dan non-terigu dengan peluang pasar di Provinsi, nantinya bisa seperti produk Nasi dan Mie Shirataki di Jepang yang non-gula.” Tambah Nuryanti.

Dinas Perindustrian NTB untuk membantu para IKM dalam kegiatan Roadshow ini menawarkan beberapa layanan untuk para IKM, seperti konsultasi kemasan, pendaftaran aplikasi SIMANIS, pendaftaran Sertifikat Halal, HAKI Merek, NIB, PIRT, NPWP, E-Katalog NTB Mall, dll. yang berintegrasi dengan OPD terkait.

Bupati Lombok Timur, M Sukiman Azmy, yang menjadi salah satu narasumber pada kegiatan ini menyampaikan pengalaman yang memprihatinkan tentang aktifitas di sektor pertanian seperti aktifitas panen tomat di Sembalun, buah nanas, buah naga, buah melon yang sulit karena pengaruh harga jual yang sangat rendah.

Bupati Lotim menuturkan, “Aktifitas panen seperti panen nanas, buah naga, melon, dan juga tomat di Sembalun itu sangat sulit sampai-sampai masyarakat pengunjung yang harus memetik sendiri, itu karena upah pemetik tomat yang lebih tinggi daripada harga jual tomat”.

Harapan Bupati Lotim kedepannya, Provinsi dapat terus memfasilitasi para IKM Lotim untuk terus berkembang, dengan adanya fasilitasi dari Disperin Bupati Lotim dan masyarakat sangat berterimakasih.

“Fasilitasi para UMKM Lotim, seperti produk alat-alat mesin yang dibutuhkan para UMKM, juga dengan adanya ayam rarang kaleng, kita akan tularkan ke Lotim untuk produk buah-buahan yang ada.” Tutup Sukiman.

Gubernur NTB yang turut menjadi narasumber menyampaikan sulitnya mensosialisasikan industrialisasi pada saat pertama kali kepada Masyarakat, tetapi saat ini masyarakat NTB sudah memasuki fase industrialisasi.

“Pertama kali sosialisasi tentang industrialisasi banyak yang protes, kenapa tidak kepada sektor pertanian, perikanan dan lain-lain, industrialisasi ini yang identik dengan pabrik-pabrik besar yang menghasilkan limbah. Tetapi sudah kita lihat sendiri IKM sudah memasuki fase industrialisasi.” Ungkapnya.

Yang menjadi tantangan dalam industrialisasi ini adalah pasar dari produk-produk IKM, bagaimana produk-produk yang sudah diciptakan bisa terjual di pasaran.

“Di NTB seperti komoditas pertanian bisa dikalengkan adalah industrialisasi. Tantangan berikutnya bagaimana semua yang sudah diciptakan bisa laku di pasaran.” Lanjut Zul

“UKM-UKM kita sudah bisa membuat produk, mesin-mesin canggih sudah bisa dibuat di Lotim tetapi tidak ada konsumen, jadi yang pertama harus OPD yang membeli untuk mendukung para UKM.” Tambah Zul.

“Industrialisasi ini bukan teori dari Provinsi juga dari mana-mana, tetapi industrialisasi itu kebutuhan kita. Saya pertama kali melihat diversifikasi produk lokal yang lengkap di Lotim, sampai dengan sabun cuci piring ada disini. Tetapi produk-produk seperti ini tidak banyak diketahui, maka dari itu OPD seperti dinas harus memfasilitasi.” Tutup Zul.

Kegiatan Roadshow Industrialisasi Gubernur NTB ini dihadiri oleh Perwakilan Kantor Cabang NTB Bank Indonesia, Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah, Kepala OPD, dan Stakeholder terkait. Kemudian kegiatan Roadshow ini dirangkai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin hingga sertifikasi merek dari Dinas Perindustrian NTB kepada Kelompok Tani dan beberapa IKM yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur.