3 Desember 2022

Disperin NTB Bersama Kemenperin RI Siapkan SDM Industri Fashion di NTB

Dinas Perindustrian Provinsi NTB bersama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin RI baru-baru ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Pakaian Jadi di Provinsi NTB Melibatkan 32 peserta pelaku industri kecil yang berasal dari Provinsi NTB. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri NTB di Mataram.

Dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti SE., ME. diwakili oleh Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri, Lalu Luthfi, ST., M. Si Senin, 29 Agustus 2022 lalu. Dan ditutup Jum’at 2 September 2022 oleh David, perwakilan Direktorat Jendral IKMA. Dalam kesempatan penutupan kegiatan ini, disampaikan bahwa industri tekstil adalah salah satu sektor industri dari 5 sektor utama yang diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah terutama di era industri 4.0 ini.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan bekal dan menciptakan SDM yang kompeten terutama di NTB. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Kegiatan Bimtek dan sertifikasi SKKNI pada beberapa tahun sebelumnya sudah diadakan di Pulau Jawa, mulai tahun 2022 ini, kegiatan Bimtek dan Sertifikasi SKKNI diadakan diluar pulau Jawa mulai dari NTB, “Mengacu pada tahun tahun sebelumnya industri tekstil ini terus mengalami peningkatan sampai pada tahun ini, sertifikasi SKKNI ini nantinya akan menghasilkan tenaga kerja profesional sesuai kebutuhan industri tekstil yang mengacu pada kompetensi standar nasional,” terang David.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME., juga menyampaikan terimakasih dan harapannya kepada Kemenperin telah memilih NTB menjadi lokasi kegiatan.

“Adanya kegiatan ini menjadi kesempatan bagi NTB, karena di NTB ini adalah daerah wisata dengan event-event internasionalnya di sepanjang tahun. Artinya NTB perlu SDM dengan skill terkompetensi dan tersertifikasi agar bisa menghasilkan produk yang terstandar dan juga harga yang bersaing, mengingat persaingan produk dari luar yang masuk lebih banyak dan harga yang bersaing,” Ungkap Nuryanti.

Ia juga berharap kepada Kemenperin agar bisa bekerjasama dengan NTB dalam membantu pemenuhan bahan baku seperti kain tenun dan kaos.

“Harapannya agar Kemenperin bisa menjalin kemitraan terkait dengan material centre untuk memenuhi kebutuhan bahan baku para pelaku industri kecil di NTB sehingga tidak bergantung pada harga yang tinggi,” Imbuhnya.

Selanjutnya penutupan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI ini dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB dan Direktorat Jendral IKMA kepada para peserta.