3 Desember 2022

Bidik Industri Fashion, Disperin NTB Konsisten Siapkan SDM Terbaik

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Perindustrian NTB mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk industrialisasi fashion. Upaya itu dilakukan bekerjasama dengan kementerian perindustrian RI.

Seperti diketahui, Provinsi NTB memiliki potensi yang besar dalam industri kreatif salah satunya industri fashion. NTB yang terkenal menjadi daerah wisata memiliki pasar sangat terbuka untuk penyediaan souvenir terutama pakaian jadi. Untuk itu, dibutuhkan industri fashion dengan SDM yang terstandar dan tersertifikasi.

Disperin NTB bersama dengan Direktorat Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin RI sudah menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Pakaian Jadi yang melibatkan 32 peserta pelaku industri kecil yang berasal dari Provinsi NTB. Kegiatan itu dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri NTB dan berakhir pada jum’at (2/9/2022).

David perwakilan Direktorat Jendral IKMA pada penutupan kegiatan itu menuturkan, Industri tekstil adalah salah satu sektor industri dari 5 sektor utama yang diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah terutama di era industri 4.0 ini.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan bekal dan menciptakan SDM yang kompeten terutama di NTB.” Ungkapnya.

Menurut David, standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Kegiatan Bimtek dan sertifikasi SKKNI ini pada beberapa tahun sebelumnya sudah diadakan di Pulau Jawa dan mulai tahun ini kegiatan bimtek dan sertifikasi SKKNI diadakan di luar Pulau Jawa mulai dari NTB.

“Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya industri tekstil ini terus mengalami peningkatan sampai pada tahun ini, sertifikasi SKKNI ini nantinya akan menghasilkan tenaga kerja profesional sesuai kebutuhan industri tekstil yang mengacu pada kompetensi standar nasional.” tambah David.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti SE mengatakan, NTB menjadi tujuan utama penyelenggaraan event berkelas nasional dan dunia. Bahkan event tersebut digelar hampir sepanjang tahun.

Kondisi ini membuka ruang bagi NTB untuk memasarkan produk fashion yang dimiliki dengan ditopang oleh SDM mempuni.

“Adanya kegiatan ini menjadi kesempatan bagi NTB, karena di NTB ini adalah daerah wisata dengan event-event internasionalnya di sepanjang tahun. Artinya NTB perlu SDM dengan skill terkompentensi dan tersertifikasi agar bisa menghasilkan produk yang terstandar dan juga harga yang bersaing, mengingat persaingan produk dari luar yang masuk lebih banyak dan harga yang bersaing,” ungkap Nuryanti.

Nuryanti juga berharap Kemenperin agar bisa berkerja sama dengan NTB dalam membantu pemenuhan bahan baku seperti kain tenun dan kaos.

“Harapannya agar Kemenperin bisa menjalin kemitraan terkait dengan material centre untuk memenuhi kebutuhan bahan baku para pelaku industri kecil di NTB sehingga tidak bergantung pada harga yang tinggi,” tutup Nuryanti.