3 Desember 2022

Peningkatan Kapasitas KTH, KPH Rinjani undang BKPD NTB Sebagai Narasumber

Keberadaan masyarakat yang hidup disekitaran hutan menjadi modal sekaligus kunci dalam menjaga keadaan hutan tetap lestari terlepas dari keadaan hutan yang lama kelamaan semakin buruk. Buruknya lingkungan hutan semakin diperparah dengan masalah perusakan hutan. Indonesia sebagai negara yang mempunyai sumberdaya alam berlimpah juga mengalami kerawanan dan kerusakan lingkungan hutan karena hal serupa.

Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disingkat KTH adalah kumpulan petani atau perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan yang meliputi usaha hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan, baik di hulu maupun di hilir.

KPH Rinjani Barat Adakan Workshop Peningkatan Kapasitas KTH dengan narasumber dari Dinas Perindustrian Prov. NTB Senin, 22 Agustus 2022 bertempat dihotel Aruna Senggiggi.

Kepala Balai Kemasan Aryanti Dwiyani, M.Pd bersama Kasi Pelatihan dan Promosi Heldy Sardianto, ST., M.M.Inov menjadi Narasumber terkait Kemasan dan Pemasaran pada kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas KTH dengan tema “Peran Perempuan dalam usaha KTH”

Ada sebanyak 25 ikm mengikut Workshop Peningkatan Kapasitas KTH, Workshop yang diadakan selama 1 hari tersebut bertujuan untuk untuk meningkatkan kapasitas IKM untuk lenih baik kedepannya. Selain itu, tujuan lainnya adalah meningkatkan kapasitas dalam hal penerapan sistem penatausahaan hasil hutan yang baik.

Menjadi narasumber pertama Kepala Balai Kemasan Aryanti Dwiyani, M.Pd menjelaskan memberikan materi tentang Kemasan dan Pentingnya Packaging bagi produk.

“Fungsi terpenting kemasan produk adalah untuk melindungi produk agar tidak mudah rusak. Kemasan produk memberikan perlindungan agar isi produk tidak mudah tergores, basah, dan cacat. Jika kemasan produk menjalankan fungsi dengan baik yaitu melindungi isi produk, maka konsumen akan merasa puas. Dan otomatis kepercayaan konsumen akan terbangun” Jelas aryanti.

Selain itu Kasi Pelatihan dan Promosi Heldy Sardianto, ST., M.M.Inov selaku narasumber kedua mereview salah satu produk IKM Banago supaya IKM lainnya mengetahui apa saja syarat kelengkapan yang wajib tertera pada kemasan Anatara lain sebagai berikut, Harus menampilkan PIRT, Exp. Date, Tgl Produksi, Merk, dan Berat produk (g)

Diakhir kegiatan, Kasi KSDAE BKPH Rinjani Barat Pak Nyoman Yudiata menyampaikan harapannya setelah kegiatan ini, IKM binaan KPH Rinjani Barat dapat lebih meningkatkan kualitas kemasan produknya agara bisa bersaing dipasar tradisional maupun dipasar modern untuk menuju NTB Gemilang.