28 September 2022

Disperin NTB Konsultasi Industri Tembakau dan Turunannya ke Kemenperin

Hari Senin, tanggal 15 Agustus 2022 Dinas Perindustrian provinsi NTB yang diwakili oleh Kabid Kerjasama, Promosi dan pengawasan ibu Dra. Hj. Elly Suryani, Pejabat Fungsion Pembina Industri Bahrul Helmi, MM. Inov dan Retno Bintorowati, S. Pd melakukan konsultasi perihal program kegiatan yang terkait dengan tembakau dan produk turunannya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2022 pemerintah provinsi NTB mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sesuai dengan PMK. Tim Dinas Perindustrian Provinsi NTB diterima oleh Koordinator Fungsional, Yogi dan Bernadette Mia serta tim bidang Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar (Mintemgar) Kementerian Perindustrian.

Pada kesempatan tersebut Yogi menjelaskan bahwa saat ini kebijakan Kementerian Perindustrian dominan di Industri Hasil Tembakau yaitu di produk tembakau. Pada pekan ini akan dilaksanakan pertemuan penyusunan Roadmap Pengolahan hasil tembakau yang diinisiasi oleh Kementerian Perekonomian. Setelah tersusunnya Roadmap diharapkan dapat menjadi pedoman pengembangan produk tembakau dari sisi perindustrian dengan tetap berfokus pada nilai ekonomis produk olahan tembakau.

Untuk tahun depan diharapkan agar dapat meningkatkan kegiatan pembinaan industri sebagaimana tertuang dalam PMK 215 tahun 2021 pasal 2, DBHCHT digunakan untuk mendanai pembinaan industri. Pembinaan industri sebagaimana dimaksud untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat dan bidang penegakan hukum. Program pembinaan yang industri untuk mendukung bidang kesmas antara lain pembinaan dan peningkatan SDM pada usaha IHT kecil dan menengah, pembentukan, pengelolaan, dan pengembangan sentra IHT. Sementara kegiatan yg dilakukan untuk mendukung bidang penegakan hukum meliputi kegiatan pembangunan, pengelola dan pengembangan kawasan industri tertentu hasil tembakau.

Kegiatan diversifikasi tembakau juga dapat difasilitasi oleh kementerian/dinas perindustrian selama hasil olahan tembakau tersebut memenuhi nilai keekonomian melalui kajian atau feasibility study dan memastikan ketersediaan pasar produk tersebut. Fokus kegiatan pada keberlangsungan tanaman tembakau dan peningkatan kualitas bahan baku.