28 September 2022

Dukung Percepatan Industri Tembakau, Disperin Gelar Bimtek

Dalam rangka meningkatkan pendapatan dan Kesejahteraan Industri Kecil Menengah Pelaku Pengolah Tembakau, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan mencari pangsa pasar baru untuk pemasaran hasil tembakau selain pabrik rokok sebagai pemasok bahan baku tembakau utama di provinsi NTB.

Kepala Dinas Perindustrian NTB (Nuryanti, S.E., M.E) membuka Kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Tembakau yang diselenggarakan Bidang Pembangunan Sumberdaya Industri Dinas Perindustrian NTB, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung percepatan Industri Kecil Menengah Pengolahan Tembakau yang memiliki daya saing.

Bertempat di Lombok Beach Hotel, Senggigi Lombok Barat (09/08/2022) kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari yaitu dari tanggal 09 s/d 13 Agustus 2022, dengan jumlah Peserta 20 orang pelaku IKM, terdiri dari 11 orang peserta dari Semoyang Kab. Lombok Tengah, Kab. Sumbawa, Kab. Dompu, Kab. Lombok Timur, dan Lombok Barat.

Bimtek ini bertujuan Meningkatkan keterampilan IKM dalam melakukan produksi dan pengolahan hasil tembakau dan penggunaan alat pengolahan serta meningkatkan motivasi IKM terhadap pengembangan dalam meningkatkan teknologi dan keterampilan industri pengolahan hasil tembakau agar dapat bersaing di pasar global, sekaligus bertujuan agar IKM memiliki kemampuan, kemandirian lebih dalam berkreatifitas dan peningkatan mutu produk.

Dalam Kesempatan ini Kepala Dinas Perindustrian NTB memberikan sambutan dan mengapresiasi 20 IKM yang menjadi peserta dalam Bimtek Pengolahan Tembakau.

“10 Peserta yang ikut dalam kegiatan ini rata-rata pengusaha yang sudah eksis, kecuali 10 orang lainnya dari Desa Semoyang, Semoyang ini akan mulai proses, dari 10 akan menjadi 100. nah, ini yang akan dilatih, jadi memang ada ekositem yang di Semoyang, tetapi tidak semua memiliki skill mengolah tembakau.” Ungkap Nuryanti.

“Semua akan dilatih contohnya seperti sisi manajemen dan sisi teknis-teknis lain hingga pemasaran sehingga mendukung keberlangsungan usaha karena memang di semoyang ini baru” Tambah Nuryanti

Selain mempersiapkan SDM dari sisi produk, harus di perhatikan juga pita cukai, Selama ini beberapa Pengusaha Tembakau NTB hanya menghasilkan tembakau rajang kemudian dibeli oleh pengusaha tembakau luar daerah sehingga tidak pernah memberikan kontribusi PAD kepada pemerintah setempat. Lanjutnya

Harapan Kadisperin NTB untuk Peserta yang mengikuti pelatihan dapat membuka lapangan kerja baru, dari 20 ini saya yakin akan berkembang menjadi 1000. Sehingga olahan tembakau yang dihasilkan akan memberikan dampak yang baik pada Pendapatan Asli Daerah karena cukai yang dihasilkan oleh produk rokok yang diproduksi.

“Jadi ini kita langsung membentuk ekosistem yang 20 orang itu membentuk satu kesatuan, bagi tugas mana yang menangani bahan baku, olahan, setelah diolah mana yang menangani pergudangan kemudian mana yang mengani pemasaran agar produk memenuhi standar. Nah itu semua menjadi tim work untuk memulai olahan tembakau sehingga membentuk Desa-Desa industri Tembakau baru di NTB” jelasnyA

Ini merukapan salah satu langkah dan ikhtiar dari dinas perindustrian NTB dalam upaya penurunan stunting dan kemiskinan, sinergitas antar stakeholder karena industrialisasi tidak bisa lepas dari pada ekosistem dan kerjasama untuk mewujudkan NTB Gemilang.